Waktu membuat mereka yang semula dekat jadi berjarak.
Kalau saja aku tau dari awal. Mungkin aku akan mencegah ini semua. Kedekatan semu itu, ilusi perhatian dan kebaikanmu. Semua seperti tetesan air dalam tanah kering yang menyegarkan retaknya akibat musim panas. Dan sekali lagi, aku buta dalam menafsirkan segalanya.
Makna tidak serta merta setiap kedekatan yang dibuat akan memiliki arti yang sama. Percakapan hanya keluar dari bibir yang mungkin atasmu terdiri dari suku kata dan bait setiap susunannya. Penghabis waktu. Percakapan kala itu, hanyalah penghilang sepi dan penat belaka. Aku terlalu terbiasa. Tergelincir, kemudian nyaman dalam gelungan fana yang bisa kapan saja diambil tanpa persetujuan.
Dan ketika semua menghilang tiba-tiba. Sebagian dari diriku seperti tertancap duri mawar kemudian dicabut paksa.
YOU ARE READING
Sejatinya Aku Pelajaran Untukmu
PoetrySemua tidak terencana. Dia ada ketika Sahita tidak ingin terlibat dengan perasaan manusia yang biasa disebut romansa. Dan Rasendriya? Dia adalah satu dari pelajaran dalam penemuan kembali jati dirinya yang sering hilang. "Ah, melankolis sekali, bisa...
