♡✧˚ ༘ ⋆。♡˚ ℓєαησσя 𐙚˙⋆.˚ ᡣ𐭩𐙚˙⋆.˚ ᡣ𐭩
"Ha.. Ha.. Ha.. Tunggu pak tunggu" Wanita berambut panjang dengan pakaian casualnya sedang memegang erat koper di tangannya sambil berlari mengejar bus yang sudah berjalan pelan hendak pergi dari halte.
Ciiittttt
Sang sopir dengan panik menginjak rem. Semua penumpang ikut berteriak menyuruh sang sopir berhenti.
Ha... Ha...
Dengan nafas yang tidak teratur dia langsung naik ke bus sambil dengan sekuat tenaga mengangkat kopernya yang berat. Dia segera mencari tempat untuk duduk dan mendaratkan bokongnya disana. Sambil tersenyum canggung ke arah penumpang lain yang menatap nya.
"Lu dimana Bin? Kak Viki udah marah-marah nih " Terlihat notif masuk di HP nya.
Dia menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya dan mulai menulis kata-kata permintaan maafnya.
Angin sepoi-sepoi menghembus pada helaian anak rambutnya memberi rasa sejuk. Dia memandangi jalanan yang penuh dengan aktivitas berkendara. Beribu manusia sedang menghadapi kehidupan mereka yang menuntut mereka untuk berusaha dan tidak tahu arti kata lelah. Begitu pun Shabrina.
Hari ini dia punya jadwal yang sangat padat, di pagi ini dia harus pergi ke lokasi yang dimana akan di adakan pemberkatan nikah. Dia menjadi salah satu penyanyi pada pernikahan itu.
Di siang hari dia harus menjadi wedding singer lagi di daerah yang berbeda, dan di malam hari dia harus menjadi penyanyi reguleran di sebuah cafe terkenal di Jakarta Selatan.
Begitulah hidup seorang Shabrina Leonita. Dia tidak pernah memberi jeda dalam hidupnya kecuali tidur. Hanya waktu tidur yang menjadi saat istirahat seorang Shabrina. Hidup di kota besar seorang diri menjadi nasibnya saat ini, keputusan di umur 17 tahun untuk melarikan diri menjadikan dia Shabrina yang sekarang.
"Mba, empek-empeknya banyak yang suka, bisa gk minggu depan di banyakin lagi stocknya? "
"Oh iya, bisa kok mbak. Saya buat lebih banyak ya berikut" Senyum sumringah dari wajahnya menggambarkan kebahagiaan. Bukan hanya seorang penyanyi, dia juga menjual empek-empek untuk menambah pemasukan nya. Dia tidak lupa mengirimkan uang untuk ibu dan bapaknya.
Ibu dan bapak, panggilan sayang dari seorang Shabrina untuk Nenek dan Kakeknya yang sudah merawatnya dari dia berumur 2 minggu. Dia tidak tahu siapa ayahnya dan ibunya memilih meninggalkan nya. Sangat sakit menjadi seorang Shabrina, entah amalan apa yang Tuhan sudah siapkan untuknya kelak.
Shabrina Leonita, terlahir di bulan Juni, Tahun ini genap umurnya yang ke 24 tahun. Jauh ia berjalan hingga bisa menginjak umur ini. Seminggu sebelum ulang tahunnya, dia ingin mewujudkan sesuatu yang sudah lama dia tahan. Bahkan dia terlalu takut untuk melangkah ke hal itu.
Di malam yang hangat, Shabrina berjalan sambil menenteng backpack nya yang sudah dia bawa sejak pagi tadi. Dia berjalan sambil menundukkan memandangi jalan yang dipijaknya. Kakinya lelah, bahkan rasanya ingin berhenti. Dia pun melemparkan pandangannya mencari tempat untuk duduk.
Dia mendaratkan bokongnya di sebuah kursi panjang di bawa terowongan bawah tanah. Dia mengangkat Kepala nya memandang ke sekitarnya, ada beberapa orang yang seperti dirinya. Sibuk mencari uang untuk melanjutkan kehidupan sampai lupa untuk istirahat.
ROADSHOW INDONESIAN IDOL
Matanya terhenti pada sebuah poster yang di tempel di dinding di hadapan nya. Dia terdiam dan termenung. Lama dia memandangi poster itu sambil menampilkan flashback perjalanan kehidupan Shabrina di kepalanya.
Hidupnya yang melekat dengan menyanyi membuat nya mengikuti berbagai ajang kompetisi menyanyi. Bahkan di saat 2 tahun lalu, dia berhasil memenangkan perlombaan menyanyi internasional di Finland, tapi tidak ada yang berubah.
Tidak ada yang mengajaknya menggarap sebuah lagu, tidak ada yang merekrutnya menjadi seorang artis. Hidupnya masih hampa, terlihat menyiksa namun harus di jalani.
"Sasa sayang, kalau sasa mau jadi penyanyi jangan jadi penyanyi yang nanggung ya." Kata-kata yang tidak pernah di lupakan seorang Shabrina. Kata-kata dari seorang ibu nya, yang membuat Shabrina memilih menghadapi rasa takutnya.
Dia berdiri, merobek poster itu dan memasukkan poster itu kedalam tasnya. Ia berlari pulang dengan tergesa-gesa.
Ini saatnya......
♡✧˚ ༘ ⋆。♡˚ ℓєαησσя 𐙚˙⋆.˚ ᡣ𐭩𐙚˙⋆.˚ ᡣ𐭩
Hai guys. Aku opi, semoga kalian suka ya ceritanya ♡
YOU ARE READING
The Story Of : LEANOOR
Fanfiction"Kamu tadi performnya cantik banget sayang" Haii guys. Ini cerita fanfiction aku untuk kapal aku yang sepertinya udah karam, tapi entahlah. Gk tau ini pantasnya disebut kapal atau rollercoaster? Cerita ini hanya fiksi, pure imajinasi author ygy. J...
