In the beginning of story. ( prolog )

21 4 3
                                        

Di pagi yang cerah nan indah, diikuti oleh angin-angin pagi yang sangat sejuk, dan di bawah terik matahari, terlihat jalan raya yang luas, bangunan bangunan yang besar, salah satunya sekolah yang baru saja di bangun di malang.

Setelah sekolah yang di bangun itu telah jadi, sekolah itu menjadi populer pesat! dan jadi pusat perhatian sekolah terfavorit di malang di daerah sekolah itu di bangun.

Pendaftaran siswa baru pun di mulai dari awal tahun 2026 ini, banyak sekali yang berminat untuk daftar di sekolah ini, total keseluruhan siswa yang ingin mendaftar mencapai 1000 orang lebih, bukannya itu hebat? kurasa iya. . . , dan itu cukup gila.

Dan hari yang di tunggu tunggu!
" Ringg.. Ringg.. "
bel sekolah yang menandakan hari pertama untuk pemasukan siswa baru pun tiba! , semua siswa yang di terima oleh sekolah itu, di harapkan untuk di kumpulkan ke lapangan agar di bentuk tim, tapi sebelum itu, di wajibkan membuat topi kerucut dan papan nama dengan identitas di dalamnya untuk di letakan di kepala dan sela sela leher, pasti kalian tahu bentuknya seperti apa, benda itu selalu muncul selama mpls! harusnya kalian tahu. . .

Saat pembentukan tim, ada dua murid yang lupa membawa papan identitas, dan satunya lagi lupa membawa topi kerucut, murid itu di letakan ke depan barisan yang paling depan, pas sekali di samping guru, atas bentuk ketidak disiplinan terhadap suruhan yang ada, keduanya terlihat kesal, dan orang orang yang di barisan depannya itu mulai tercekikik pelan, dan keduanya malu terhadap hal apa yang terjadi di kedua orang tersebut.

Salah satu murid di situ menggenggam tanggannya kuat kuat, karena tak kuat dengan rasa malu yang menyelekit di benaknya.

" Bener bener ya, kenapa gua harus terjebak berdua dengan sialan ini! sial bet sumpah. "
Bisiknya sendiri dengan geram, orang yang di sampingnya relize bahwa orang di sebelahnya membicarakannya dengan nada yang tak menyendangkan, dan ia tak sengaja membuat noise yang membuat orang yang kesal di sampingnya tak sengaja mendengar noise yang makin membuatnya tak segan membalaskan dengan kata kata. . .

" lu cari mati ama gua? "
Ia katakan dengan lanjang tampa rasa takut, seakan dia yang paling berkuasa, di sisi lain, orang di sebelahnya sedikit tercekikik pelan, karena baginya lucu sekali orang yang lebih pendek darinya berkata lantang pantang kepadanya, dan ia mengejeknya dengan. . .

" udah pendek banyak gaya, diem napa "
orang yang di katainya langsung terdiam, ia tetap diam sampai bel masuk berbunyi.

" Ringgg.. ringgg! "
Semua siswa pun mulai masuk ke kelas yang di berikan nomor dan huruf, seperti 10A, 10B, 10C dan seterusnya. . .

Kelas yang di kunjungi pertama oleh guru adalah kelas 10A, sesaat sebelum di masuki oleh guru, kebetulan saat masuk kelas, ternyata dua orang yang berdiri paling depan di lapangan tadi di karenakan di hukum, tinggal di kelas yang sama! alangkah kagetnya mereka saat saling menatap orang yang yang saling membenci di hari pertama sekolah

" hah, L-LU LAGI?? "
keduanya mengatakan itu dengan nada yang kaget, dan seperti tak percaya melihat orang di bencinya muncul lagi, even worse sekelas juga. . .

Guru pun datang setelah mereka bertatapan, guru berkata, semua siswa di harapkan tetap berdiri dan tak boleh berisik, karena guru akan menentukan dimana siswa akan duduk.

" Oke anak anak, jadi saya akan mengorientasi kalian akan duduk dimana. " kata guru dengan tegas.
" siap, pak! " kata seluruh siswa yang berdiri

" leon bintara dengan sebastian putra duduk di pinggir sebelah sudut baca " kata guru dengan menunjuk tempat duduk yang akan di tempati, keduanya mengangguk tapi sadar akan sesuatu, mereka berdua menoleh dan bertatapan. . .

" HAH, AMA LU? SUMPAH GAMUNGKINNNN, PASTI GAMUNGKIN KANN, pls bilang ini jokes. . . "
Perkataan leo dengan gelisahnya, di tengah kegelisahan itu guru cepat cepat menyuruhnya untuk diam dan cepat duduk dengan pasangan bangkunya, dengan rasa yang masih tak percaya bisa duduk dengan orang yang baru dia benci selama di lapangan tadi.

" Kocak bet lu ye, gue suka gaya lo pas di lapangan tadi, mampus kan lo duduk ama gue sekarang "
kata sebastian dengan nada mengejek di sertai cekikikannya yang menjengkelkan. Leo mencoba tenang di kondisi itu, karena leo tak bisa berbuat apa apa, dia hanya ingin orang yang di bencinya cepat cepat menghilang, dia pun menghiraukan sebastian dengan ocehannya sampai istirahat tiba. . . .

( selanjutnya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

( selanjutnya... )

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 02 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Throw The Ball! please. ( AU ) Where stories live. Discover now