We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Satu

1.5K 74 0
                                        

Happy reading

Oek
Oek

Suara tangisan bayi terdengar di lorong rumah sakit yang sunyi itu.

Di sebuah gendongan seorang suster, terdapat dua bayi laki-laki kembar yang akhirnya lahir di dunia.

Namun, naasnya, hidup sang ibu berakhir. Mata cantik wanita itu tertutup kala akhirnya ia berhasil melahirkan dua malaikat kecilnya ke dunia, meskipun dia yang harus menutup mata.

Dua bayi itu di bawa oleh sang suster, sedangkan yang lain mengurus jenazah ibunda mereka.

Di luar ruangan, terdapat seorang pria dewasa, dan 3 anak laki-laki juga. Setelah mendengar kabar bahwa bayi yang lahir kembar, mereka bahagia. Tetapi tak berlangsung lama, saat mendengar bahwa sosok yang melahirkan telah menghembuskan nafas terakhirnya.

Pria itu terduduk, ia marah, sedih, dan kecewa bercampur jadi satu. Sedangkan tiga anak kecil itu menatap bingung, tetapi mereka ikut menangis.

.
.
.

Bertahun-tahun berlalu, bayi kembar itu sudah tumbuh menjadi anak yang manis, meskipun terkadang sifat mereka bertolak belakang.

Setelah kematian nyonya rumah, ayah mereka tidak pernah pulang. Dan katanya sudah mempunyai keluarga sendiri. Ntah apa yang dipikirkannya kenapa tiba-tiba menikah lagi.

Ametia, nama pengasuh 5 anak-anak itu, ia sudah berusia 45 tahun. Ia hanya tinggal sendiri, tidak menikah, dan tak punya keluarga. Tapi, dengan kehadiran 5 anak-anak itu, ia sudah sangat bersyukur.

Lalu pengasuh kedua adalah Rebecca, ia masih berumur 28 tahun, sama halnya dengan Ametia yang tidak menikah dan tak punya keluarga. Tujuan hidupnya hanya mengasuh kelima anak majikannya itu, yang sayangnya di telantarkan.

Anak pertama majukannya bernama James, usianya menginjak umur 12 tahun. Anak keduanya bernama Juhoon, usianya menginjak 9 tahun, anak ketiganya bernama Martin, usianya masih 8 tahun. Sedangkan dua bayi kembar itu berusia 7 tahun.

(author ngarang banget usianya:v)

"Kak Becca!" Panggil anak kecil bernama Martin.

"Ada apa maniezz? Kok tumben manggil kakak?"

"Mas James mana?"
Yap! Martin memang memanggil James dengan sebutan 'Mas' karena.. Gatau, emang begitu.

"Loh, kan mas James masih sekolah, adek kan emang pulang duluan, main dulu sama Juhoon gih"

"Heummm"
Martin menunduk lesu, dikarenakan masnya belum pulang, padahal dia berencana mengajaknya untuk mengerjakan pr bersama.

Setelah itu, Martin mengajak Juhoon untuk bermain air di belakang rumah, mereka bermain selang sampai baju mereka basah kuyup. Sedangkan kedua adik kembarnya masih sibuk dengan mobil mainannya.

"Martin! Jangan siram muka napa!"

"Wuuu! Rasain!"

Saat asyik bermain, tiba-tiba terdengar suara dentuman keras di depan rumah.

Mendengar suara dentuman itu, Seonghyeon--yang paling tua 15 menit--langsung menangis keras, sembari memeluk Keonho--kembarannya.

Sedang Juhoon berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi, di susul Martin sembari menggendong Keonho di depan dan Seonghyeon di belakang.

Saat sampai di teras rumah, terdapat banyak orang berkumpul, dan Rebecca yang terlihat sedang memeluk James.

"Ada apa..?" Mendengar suara lirih Martin, Rebecca dan James langsung menoleh ke arah mereka.

Nuestro hogarStories to obsess over. Discover now