Sihir Misterius

150 15 2
                                        

Alzheira Ravancha Louisa De Erquella

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Alzheira Ravancha Louisa De Erquella

Di Kekaisaran Velqueztian, nama Alzheira Ravancha Louisa De Erquella bukan sekadar nama bangsawan. Ia adalah darah kekaisaran itu sendiri.

Putri tunggal dari Tuan Putri Velqueztian, adik perempuan satu-satunya Kaisar dan seorang Marquess dari garis keturunan militer paling murni dan terkuat di kekaisaran. Dari ibunya, ia mewarisi keanggunan, kecerdasan, dan wibawa darah kerajaan. Dari ayahnya, ia mewarisi disiplin baja dan hati yang membeku seperti musim dingin.

Dengan kata lain, Alzheira adalah keponakan Kaisar sekaligus cucu dari keluarga militer terkuat.

Dan Kaisar Velqueztian, Kaisar Devoras Salvresa Louire De Velqueztian, tidak pernah menyembunyikan rasa sayangnya pada gadis itu. Bersama Permaisuri, ia memberikan perlindungan yang bahkan tidak semua bangsawan dapatkan.

Alzheira memiliki hak istimewa yang tidak dimiliki siapa pun selain keluarga inti kekaisaran. Ia tidak perlu membungkuk. Bukan karena kesombongan, melainkan karena darahnya setara.

Di dalam istana, hubungannya dengan Putra Mahkota menjadi pembicaraan banyak pihak. Putra Mahkota Velqueztian selalu memilih Alzheira sebagai pasangan dansa dalam setiap pesta kerajaan. Itu bukan sekadar kebiasaan—melainkan simbol kepercayaan dan kedekatan.

Namun di balik bisikan rumor tentang “calon Ratu”, kebenarannya jauh lebih sederhana. Tidak ada cinta di antara mereka. Sejak kecil mereka tumbuh bersama. Berlatih bersama. Belajar politik bersama.

Alzheira memandangnya sebagai kakak yang harus dihormati. Putra Mahkota memandangnya sebagai adik yang harus dilindungi. Hubungan mereka murni. Bersih. Tanpa ambisi tersembunyi.

Bahkan Putri kecil kekaisaran, adik kandung Putra Mahkota adalah penggemar berat Alzheira. Sang Putri kecil sering bersembunyi di balik pilar istana hanya untuk melihat “Dewi Musim Dingin” yang ia kagumi.

Dan Alzheira, tanpa sadar, menjadi mentor kecil bagi sang Putri. Kaisar mengetahui satu hal tentang keponakannya itu. Alzheira tidak menyukai keramaian.

Ia tidak tertarik pada intrik pesta dan tawa palsu para bangsawan. Maka Kaisar memberinya kebebasan, ia tidak diwajibkan hadir dalam setiap pertemuan kelas atas.

Pada usia dua belas tahun, Kaisar menghadiahkannya sebidang tanah lapang di tengah hutan yang dianggap angker oleh masyarakat. Namun hadiah itu terasa kurang. Akhirnya, seluruh wilayah hutan beserta isinya diserahkan kepadanya.

Itu bukan sekadar hadiah.

Itu adalah kepercayaan.

Setahun kemudian, tragedi datang.

Orang tuanya dinyatakan tewas dalam kecelakaan.

Begitulah berita yang beredar.

Tangisan terdengar di seluruh wilayah Erquella, tetapi Alzheira tidak runtuh. Ia telah diberitahu sebelumnya—firasat yang tak dapat dihindari.

Lady ErquellaStories to obsess over. Discover now