Di antara ribuan mahasiswa yang memenuhi koridor kampus setiap pagi, ada satu nama yang tak pernah benar-benar mencolok, namun sulit dilupakan: Leya. Penampilannya sederhana—kemeja longgar, celana jeans, dan tas selempang yang mulai pudar warnanya. Tidak ada riasan mencolok, tidak ada aksesori mewah, dan tidak ada usaha untuk menjadi pusat perhatian.
Namun justru kesederhanaan itulah yang membuat banyak orang tanpa sadar menoleh dua kali ketika ia lewat.
Ada sesuatu pada dirinya—ketenangan yang memancar lewat tatapan matanya, senyuman tipis yang tulus, dan cara ia berjalan seolah tidak sedang terburu-buru menghadapi dunia. Leya tidak pernah menyadari bagaimana kehadirannya membuat orang lain terpana; bagaimana teman sekelasnya sering mencuri pandang, atau bagaimana beberapa mahasiswa yang bahkan tidak mengenalnya tetap mampu mengingat wajahnya.
Leya hanyalah mahasiswa biasa. Tapi mungkin, justru di situlah letak pesonanya—keindahan yang tidak diusahakan, tidak dibuat-buat, dan muncul begitu saja, seperti angin sejuk yang tiba-tiba hadir di tengah hari yang panas.
Dan tanpa ia sadari, hari itu akan menjadi awal dari cerita yang mengubah hidupnya.
Namun di balik pesona lembut itu, Leya menyimpan masa lalu yang jauh dari indah.
Seseorang yang pernah ia percayai—seseorang yang dulu ia sebut kekasih—masih membayangi kehidupannya hingga sekarang. Hubungan mereka telah lama berakhir, tetapi luka yang ditinggalkan masih tetap segar.
Setiap malam, ponselnya bergetar tanpa henti.
Pesan–pesan panjang, dramatis, penuh ancaman sekaligus permohonan. Kadang bernada putus asa, kadang menyalahkan, kadang memohon Leya untuk kembali. Mantannya itu seperti tidak mampu menerima kenyataan bahwa ia telah menjadi bagian dari masa lalu.
"Apa kau benar-benar tega?"
"Aku tidak bisa hidup tanpa kamu."
"Angkat teleponnya! Kenapa kamu selalu lari?"
Dan ketika pesan tidak mendapat jawaban, ia akan menelepon—berkali-kali. Hingga layar ponsel Leya dipenuhi notifikasi panggilan tak terjawab, seperti bayangan gelap yang terus mengejarnya.
Setiap nada dering yang muncul membuat dadanya mengencang. Setiap getaran membuatnya kembali mengingat malam–malam penuh pertengkaran yang dulu ia kira telah berakhir.
Tidak ada yang tahu sisi ini dari Leya. Di kampus, ia terlihat tenang, sederhana, dan menyejukkan. Namun saat pulang, ia kembali menghadapi kenyataan bahwa ketenangan itu hanya topeng tipis yang menjaga dirinya dari masa lalu yang belum selesai.
Apa yang belum Leya ketahui adalah bahwa semuanya akan berubah—dalam waktu dekat.
ŞİMDİ OKUDUĞUN
BETWEEN [ONGOING]
FantastikLeya, seorang mahasiswi dengan pesona sederhana yang tak pernah ia sadari, menjalani hidup kampusnya sambil berjuang melawan masa lalu yang kelam. Di semester awal, ia terjebak dalam trauma mendalam akibat hubungan toksik yang hampir menghancurkan k...
![BETWEEN [ONGOING]](https://img.wattpad.com/cover/405178868-64-k495599.jpg)