CHAPTER 1

170 20 21
                                        

PERHATIAN

Cerita ini mengandung unsur dewasa, hubungan sesame jenis dan dikhusus kan untuk para fujoshi dan fudanshi. Terdapat banyak typo, bahasa yang berantakan dan kesalahan lainnya yang tidak terkoreksi oleh author. Dan mohon maaf apa bila terdapat bahasa yang rancu dan suli dimengerti karena tidak semua laki-laki~ *abaikan* manusia sempurna. Sekian dan selamat membaca.

-Widymori-

REBORN

CHAPTER 1

Bagaikan tersambar petir di siang bolong, seorang pria dengan tinggi 183 cm terpaku di tempatnya hanya karena sesosok pria mungil yang sedang menyiapkan secangkir late di bar cafe. Ia nyaris tidak mengedipkan matanya karena sosok itu adalah sosok yang ia cari selama ini.

"Tuan?" Panggil sosok itu dan pria lain di depan mesin kasir itu mengedipkan matanya. Ia tersadar dari lamunannya karena suara indah pria itu menerobos masuk dengan tidak sopannya.

"Maaf." Sesal pria jangkung itu. Senyuman barista yang merangkap kasir itu hanya tersenyum manis dan menyodorkan segelas late dingin dengan toping caramel di atasnya.

Ini memang bukan minuman favoritnya namun begitu melihat sosok itu entah mengapa kakinya bergerak untuk masuk ke dalam cafe dan memesan apapun yang bisa membuat percakapan dengan pria mungil di hadapannya. Seolah tak mau menyudahi pertemuan itu, Boss nama pria jangkung itu kembali bersuara.

"Eh, namamu siapa?" Tanya pria itu. Merasa aneh dengan pertanyaan itu, kasir itu mengerutkan dahinya bingung. Pasalnya selama ia bekerja di cafe itu, baru pria itulah yang menanyakan namanya.

"Lee Noeul." Ucapnya. Senyum manis itu terkembang. Boss memutar tubuhnya dengan rasa bahagia. Akhirnya pencariannya selama berabad-abad terselesaikan di tahun ini.

...

Hari berikutnya Boss kembali mendatangi cafe tempat kerja Noeul. Ia memesan minuman yang sama tapi dengan satu tambahan sebuah roti lapis isi daging. Kursi dekat jendela adalah pilihan yang tepat karena dari situ ia bisa melihat dengan jelas pergerakan pria mungil berparas menawan baginya.

Waktu bukanlah sesuatu yang penting bagi Boss karena pekerjaannya bisa di kendalikan dari jarak jauh dan seorang sekertaris menggantikan tugasnya untuk bertemu beberapa orang. 

Ia sempat berpikir untuk membeli cafe tempat Noeul bekerja, tapi ia mengurungkan niatnya dan tidak mau mencampuri urusan pujaan hatinya itu. Sibuk memikirkan banyak rencana, seorang pria lain memasuki cafe. Pria itu menuju kasir dan menyapa Noeul dengan begitu akrab.

"Pulang jam berapa hari ini? Apa perlu ku jemput?" Tanya pria itu. Noeul tersipu dan menggeleng pelan sebelum akhirnya menjawab pria yang tersebut.

"Aku harus lembur, atasanku menyuruh untuk menghitung pendapatan di bulan ini." Ada rasa kecewa dari nada suara pria mungil itu. Boss menebak bahwa pria jangkung di hadapan Noeul adalah kekasihnya karena dari cara berbicara Noeul yang berbeda saat melayaninya di kasir.

Boss hanya mengamati dari jauh tanpa mau ikut campur. Inilah yang ia lakukan setiap kali bertemu dengan sosok Noeul dari abad ke abad. Dan bisa dibilang baru kali ini ia berinteraksi langsung dengan sosok itu setelah ratusan tahun.

.

.

Ketika malam, Boss masih memantau sosok itu dari tempat yang jauh. Ia menyewa sebuah gedung yang langsung bersebrangan dengan tempat Noeul bekerja. Posesif? Bisa dibilang begitu karena ia tidak mau kehilangan sosok itu lagi. Hukuman langit masih berjalan dan membutuhkan ratusan tahun lagi agar ia bisa bersama sang pujaan hati.

REBORNWhere stories live. Discover now