BAB - 1

177 22 2
                                        

carmen baru pulang sekolah, baru banget. Baru ngelepas sepatu. Dan baru beberapa langkah dia jalan, dia berhenti. Tepat di depannya..

ada ayahnya.

dan..

PLAKK

satu tamparan keras mendarat di pipi mungil carmen. Carmen terdiam sejenak sambil memegang pipinya yang memerah. Lalu ayahnya mulai bersuara..

"lupa rumah? kenapa jam segini baru pulang, bodoh?" tanya ayahnya dengan nada tegas.

"aku naik maxim, yah. Tadi macet.. " ujarnya pelan

"banyak alasan, cepat simpan tasmu lalu bersihkan rumah. Saya gak menerima alasan lain. "

carmen mengangguk pelan. Hanya tersenyum tipis lalu melangkah memasuki kamarnya.

dikamar nya dia duduk dikasurnya, sambil membuka roknya.. dan terlihat sebuah luka yang lumayan besar di kaki kanannya. Darahnya masih menetes.

"sial.." ujarnya pelan sembari berdiri dan mengambil tissue untuk membersihkan darah yang terjatuh.

setelah itu ia menutup lukanya dengan plaster, lalu bergegas menganti pakaian untuk bersih bersih.

skip pas bersih bersih

dia lagi nyapu lantai dengan santai, walau aslinya nahan sakit banget gara gara lukanya. Tiba tiba si bungsu—yoen, datang dan dengan santainya ngejatuhin gelas kaca terus lari pergi.

"duh, gasengaja!" ujar yoen bercanda sambil berlari pergi

pecahan kaca itu mengenai kaki mungil carmen.

carmen diam memandang kakinya yang terkena kaca, lalu mulai bergerak membersihkan semuanya.

sementara, di pojok ruangan, tempat langganan jeva, ia memandangi carmen lalu tertawa tipis.. seolah itu memang pantas didapatkan kakaknya.

______________________

flashback (kenapa carmen dibenci)

disore hari yang sejuk.. terlihat satu anak perempuan yang ceria sedang menemani ibunya.. berjalan kaki.

saat waktunya menyebrang, mainan carmen terjatuh. Menyebabkan ia terhenti untuk mengambil mainan tersebut.. hingga akhirnya-

dari kejauhan, terlihat mobil dengan kecepatan tinggi mendekat.. carmen terdiam mematung, padahal ibunya sudah memanggil nya untuk menepi.

carmen menutup matanya, tapi secara tiba-tiba tubuhnya terdorong ke pinggir dan terjatuh. Lalu beberapa detik kemudian ia membuka matanya.. dan pemandangan yang ia liat pertama ialah—

ibunya, tertabrak. Darah segar mengalir dari tubuh mamahnya.

"MAMAHHH!!!"

dan setelah kejadian kelam itu, keluarga carmen mulai membenci nya, sangat. Dia dianggap pembunuh.

———————————————











thank you yang udah baca!maaf rada jelek soalnya masih pemula.

thank you yang udah baca!maaf rada jelek soalnya masih pemula

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
damn sister? Where stories live. Discover now