Selamat membaca.
Qiu Ding Jie dan Huang A Xing merupakan kekasih yang sudah berhubungan lebih dari 2 tahun.
Mereka bekerja ditempat yang sama, sebuah restoran dimana A Xing bekerja sebagai kasir dan Ding Jie sebagai pelayan.
Awalnya mereka bekerja secara terpisah, A Xing lah yang membawa Ding Jie ke restoran ini atas koneksinya dengan si pemilik, restoran ini masih milik kerabat keluarganya.
Selama 2 tahun ini, mereka secara terbuka pada semua orang yang bertanya tentang hubungan mereka.
Tapi tetap saja, mereka masih sering mendapatkan seseorang ternyata menyimpan rasa.
A Xing selalu mendapatkan godaan godaan menjijikkan dari para pria yang selalu ditemuinya ketika Clubbing, tentu saja dia pergi dengan DingJie.
Berbeda dengan DingJie, dia selalu diajak untuk berkencan oleh gadis gadis sexy.
Entah saat clubbing atau saat melayani tamu.
Mungkin karena perawakan tubuh mereka?
Ding Jie memang selalu di kenal sebagai idola dari jaman sekolahnya, idolanya para gadis.
Nah, A Xing? Kebetulan sekolah di sekolah khusus Laki-laki, dan Yap, dia juga jadi primadona disana.
"Beruntung sekali kau, dapat yang cantik begini. Mana sudah dua tahun lagi.
Ding Jie hanya tersenyum, kemudian mengangguk seperlunya sembari mengambil minuman yang disiapkan bartender untuknya dan juga untuk A Xing.
"Ini," Ujar Ding Jie, memberikan gelasnya pada A Xing dengan senyuman yang hilang.
"Terimakasih," Balas A Xing, sambil memperhatikan wajah DingJie yang terlihat cemberut. Padahal mereka baru datang, suasana hati DingJie sudah rusak saja.
"Kenapa?" Tanya A Xing.
"Tidak apa-apa," Jawab Ding Jie, tapi bibirnya terlihat makin maju.
A Xing tahu sebenarnya, kenapa Ding Jie mudah kesal di tempat seperti ini.
Mereka sudah berkali-kali pindah club atau bar, tapi selalu saja menemukan anomali yang menggoda A Xing, keduanya sama sama suka dunia malam seperti ini, jadi sulit untuk tetap di rumah daripada cari masalah seperti ini.
"Kita cari lagi besok, tempat baru yang dikenalkan Ocean belum kita coba datangi."
DingJie lalu bangkit dari duduknya, lalu tidak sengaja menyenggol seorang gadis yang baru saja lewat.
Minumannya tumpah ke pakaian putih yang digunakan si gadis.
DingJie jelas panik, ia meminta maaf berulang kali sembari mencoba membantu mengeringkan tumpahan minumannya itu dengan tissue yang diberikan pelayan bar.
"Maafkan aku, aku benar-benar sangat ceroboh." Ding Jie lalu menarik jaket kulit miliknya yang ada di atas paha A Xing, lalu memberikannya pada si gadis.
"Tidak apa-apa, aku bisa-"
"Gunakan saja, itu pasti sangat dingin," Balas DingJie buru-buru.
Gadis itu lalu dengan malu-malu minta nomor ponsel DingJie, untuk memberikan jaket itu lagi besok atau suatu hari nanti.
"Tidak, kau bisa memilikinya."
DingJie menoleh pada A Xing, lalu kembali menatap si gadis dan mengangguk setuju atas ucapan A Xing.
"Kau pakai saja, itu jadi milikmu," Sambung DingJie sembari memastikan tak ada barangnya di saku jaket tersebut.
Gadis itu pun tersenyum pasrah, lalu pergi dengan jaket Dingjie di tubuhnya.
A Xing lalu menatap DingJie, dengan nada lebih dingin dia bertanya, lalu bagaimana DingJie akan pulang?
"Kita naik motor, kau mungkin akan kedinginan di jalan." A Xing meneguk minumannya.
YOU ARE READING
Pretty Dingjie [End]
FanfictionDingJie yang juga ingin terlihat cantik dimata orang lain seperti kekasihnya, A Xing.
![Pretty Dingjie [End]](https://img.wattpad.com/cover/404140989-64-k211868.jpg)