BERITA BULAN JUNI

21 4 0
                                        

Pada bulan Juni, seluruh media sosial diramaikan oleh sebuah video bom bunuh diri yang menghebohkan. Dalam rekaman itu terlihat seorang pria mengalungkan bom di dadanya, di lumbung, di desa Labelkarta. Ledakan besar itu menghancurkan tubuhnya, menyisakan potongan yang berceceran di sekitar lumbung. 

Hingga saat ini, motif pelaku belum diketahui. Sedikitnya informasi yang didapat polisi membuat kasus tersebut ditutup tanpa tindak lanjutan.

Di pintu putar hotel mewah, dari sisi dalam hotel, Arjuna yang berpakaian setelan olahraga hendak keluar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di pintu putar hotel mewah, dari sisi dalam hotel, Arjuna yang berpakaian setelan olahraga hendak keluar. Pada saat yang sama, seorang pria berusia awal dua puluhan melangkah masuk dari arah luar. Penampilannya stylish dengan potongan rambut undercut yang dicat biru menyala. Pria itu tampak sibuk menelepon, tangannya memegang ponsel di telinga sambil terus melangkah.

Arjuna yang tak sengaja menghalangi jalan pria itu di pintu putar, tersenyum pasrah dan melayangkan permintaan maaf. Sementara balasan pandangan pria itu melirik Juna sinis.

Pria itu mematikan ponselnya. Tangannya tertahan di depan dada, sambil menatap Arjuna angkuh. Bagaimana pun Juna menyadari bahwa itu adalah kesalahannya. Namun, melihat cara pria itu menatapnya membuatnya kesal. Arjuna menyunggingkan senyum geli ke arahnya.

Begitu pintu putar bergerak menuju lobi, Arjuna melangkah mundur, memberi jalan pria itu untuk melangkah keluar. Pintu kembali berputar ke arah luar. Arjuna melangkah meninggalkan hotel dengan sedikit sabar melanjutkan jalan menuju parkiran.  

Tiba-tiba ponselnya di dalam saku celana berdering. Panggilan masuk dari Kuncoro. "Apa lagi?" Sambar Arjuna dari sambungan telepon sambil terus berjalan.

"Kunci motor ketinggalan!" Jawab Kuncoro. Setelah itu sambungan teleponnya diputus.

Arjuna melapangkan dadanya lebih lebar. Ia menarik napas dan menghembuskannya pelan-pelan. Errrrgggghhhhh....! Arjuna menahan kesal.

Arjuna kembali ke hotel, ke pintu putar. Sejenak ia terpukul. Pintu yang tidak ada kepentingan sama sekali dengannya, bagai pintu yang mengantarkan terapi kesabaran.

Ia melintasi lobi hotel yang megah, menyeberangi lantai marmer mengilap menuju lift di ujung ruangan. Saat pintu lift terbuka, Juna melangkah masuk dan menekan tombol menuju restoran di lantai atas.

Restoran itu sudah tidak terlalui ramai, hanya menyisakan beberapa tamu yang masih menikmati kopi. Di sudut ruang, di dekat dinding kaca dengan pemandangan kolam renang di luar hotel,  Arjuna kembali melihat pria berambut biru itu sedang duduk berhadapan dengan seorang kepala koki restoran. Cepat-cepat Arjuna menggeser langkahnya, melintasi meja-meja yang jauh dari tempat duduk pria itu.

Arjuna berjalan ke buffet counter, menyapa salah satu pegawai yang tidak terlalu sibuk. 

"Bang, tolong panggilkan Bang Kuncoro, dong." Pintanya.

"Deuh, ribet deh. Gue lagi kerja. Lo sudah tiga kali lho, Jun, bolak-balik ke sini. Nah, sekarang apa lagi?"

"Gue juga nggak mau bolik-balik. Masalahnya kunci motor Gue ketinggalan." Katanya.

COD: CASE ON THE DRUGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang