01

2.3K 73 7
                                        

01 - murid baru itu..

"keliatan polos banget anak barunya" celetuk seseorang.

"iya lagi, agak culun gitu njir"

"dia keliatan culun karena pake kacamata"

perbincangan tiga orang tersebut, didekat taman sekolah terdengar seperti ejekan kecil saat mereka melihat anak baru lewat depan mereka.

mereka adalah isal, putra, dan tentunya luky.

luky menatap intens kearah anak baru yang sedang memotret kupu-kupu yang hinggap di sebatang ranting dengan kamera kecil di tangannya.

rupanya anak itu sadar ia sedang diperhatikan. dengan gugup ia sedikit mengalihkan pandangan sambil sesekali menaikkan kacamatanya yang turun.

tindakan kecil itu sungguh membuat luky sedikit merasa ada ketertarikan kecil di hatinya.
"woy!" teguran itu membuat luky harus memalingkan pandangannya dan menatap kedua teman biadapnya ini.

"apaan sih?! bikin kaget aja lo" dengus ia kesal.

"diliatin mulu sambil senyum lagi, suka yaaaa??" goda putra dengan menaik turunkan kedua alisnya.

sudut bibirnya sedikit bergerak, senyum miring muncul perlahan. seolah menjawab pertanyaan tersebut.

"polos gitu lucu dia"

---

bel pulang pun berbunyi siang itu, langit mulai mendung dan gelap. suasana sekolah sepi akibat banyak murid yang cepat-cepat pulang untuk menghindari hujan.

berbeda dengan 3 orang ini, mereka malah duduk santai di salah satu kelas.
"eh, tadi ada yang confess lagi sama gue, kalian liat ga?" menyender ke kursi dengan kaki yang di sanggah di meja.

putra menyauti dengan santai seolah hal itu sudah sering ia dengar, "ouh, si nita anak 10 IPA ya?".

"iya, gue respek sih dia berani banget confess di tengah lapangan"

"trus lo terima ga?" celetuk luky yang sedari tadi hanya memperhatikan.

isal melirik sebentar ke arah luky dengan senyuman miring itu ia kembali menatap kedepan, "ngga lah, yakali dia bukan tipe gue".

"kebanyakan nolak cewe lo, tiati nanti ga dapet jodoh"

----

sekarang mereka lagi ada di parkiran, niat mau ngambil motor masing-masing buat pulang.

tapi ketika luky lagi mau pake helm lengannya disenggol 2 kali sama isal.

ketika ia menoleh isal tidak menatapnya tapi tetapi dilihat tatapannya sudah seperti menunjukkan sesuatu.

ia melihat kedepan ke arah pandang isal dan menemukan seseorang yang sedang duduk sambil bermain hp dan tercantol earphone di kupingnya.

itu boy. yang masih menunggu ada orang yang menjemput, karena ia tak membawa kendaraan.

"masih disini tu orang" celetuk isal.

"kalian ngomongin apasih, ga mau pulang yah?" tegur putra yang udah duduk dimotor, siap dengan helm.

mereka sontak menoleh bersamaan. tentunya boy juga ikut menoleh.

melihat ada orang didepannya ia mulai menunduk lebih fokus ke hpnya dan tidak mempedulikan mereka.

beberapa menit kemudian, terlihat bayangan di lantai yang semakin membesar.

ketika ia menoleh ke atas, sudah terdapat 3 orang berdiri didepannya.
dengan kasar ia menelan ludah, dan sempat menaikan kacamatanya.

"ka-kalian mau a-apa?" tanyanya dengan gugup.

"santaii, kita cuma mau kenalan tadi kan dikelas belum" jawab isal dengan terkekeh.

ia menoleh kekanan, dan reflek memukul kepala putra, "lepas dulu ga tu helm"

dengan cepat putra membuka helmnya.

"ekhem, kenalin gue isal"

"gue putra"

"gue.. luky"

boy tak langsung menjawab, tetapi ia menunduk terlebih dahulu, "salam kenal... gue boy"





haii aku up inii dulu yaa, besok dan lusa aku masi up ini yaa.

semoga suka yaa sama ceritanya, jangan lupa vote kalo suka👋

enigma × alpha Where stories live. Discover now