Ruangan eksekutif di lantai teratas Raven Corp selalu sunyi, hanya diisi oleh suara ketukan keyboard yang terukur dan napas yang tertahan.
Di balik meja mahoni, Jonathan Raven, duduk tegak, siluet tubuhnya yang menjulang memancarkan aura otoritas yang tak tertandingi.
Di sudut ruangan, siap sedia, adalah Gale Sagara, sekretaris pribadinya.
Gale, tiga sentimeter lebih pendek dari Jonathan namun tetap mengesankan, bergerak dengan efisiensi yang dingin. Ia bukan tipe sekretaris yang menawarkan kopi dengan senyum ramah.
Ia adalah perpanjangan pikiran Jonathan, menyelesaikan masalah sebelum CEO itu menyadari adanya masalah.
“Jadwal sore,” suara Jonathan dalam, tanpa intonasi.
Gale segera memajukan tablet. “Pukul tiga, rapat dengan Dewan Komisaris. Pukul lima, konfirmasi makan malam dengan Tuan Shimizu dari Omi Holdings. Tidak ada jadwal yang perlu dibatalkan.”
“Pesan taksi untuk pukul tujuh,” perintah Jonathan, tanpa menjelaskan tujuannya.
“Saya sudah memesan mobil kantor dan driver standby sampai larut, Tuan Raven. Lebih efisien. Saya juga sudah mengundurkan batas waktu penyerahan laporan triwulan tim legal, menghindari lembur yang tidak perlu,” jawab Gale, matanya terpaku pada layar, nadanya benar-benar datar.
Jonathan, yang sudah siap membantah, terdiam sejenak. Efisiensi Gale selalu mengalahkan keinginannya untuk mendominasi. Keduanya memahami satu sama lain pada tingkat yang paling mendasar. Kendali.
“Bagus,” kata Jonathan, kembali fokus pada dokumen. Tapi jauh di dalam dirinya, Jonathan tahu.
Ia menginginkan kendali atas Gale, jauh melebihi kendali atas jadwal kerjanya.
Gale adalah satu-satunya variabel yang belum sepenuhnya ia miliki.
ВЫ ЧИТАЕТЕ
Under His Command
ФанфикшнJonathan Raven adalah personifikasi kendali. Tinggi, gelap, dan ambisinya tajam seperti baja, ia mendapatkan apa pun yang ia inginkan. Kecuali satu hal, Gale Sagara.
