Cerita fiksi mengandung 18+
Mengandung unsur lgbt
Semua gambar dan foto hanya ilustrasi belaka!
Yang suka dengan cerita ini jangan lupa vote dan komen ya, biar author tambah semangat nulisnya. Terima kasih
Denis adalah seorang siswa 12 SMA. Karena memiliki wajah tidak menarik dan berasal dari keluarga yang menegah bawah, terkadang ia pun merasa dikucilkan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ilustrasi Denis
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ilustrasi Revan
Suatu ketika, di ruang kelas Revan: Jangan lempar-lemparan kertas dong, nyampah. Tuhkan kena Denis Denis : Aku gpp kok Van 🫠
Revan sendiri teman sekelas Denis selama hampir 3 tahun dan menjadi ketua di kelasnya. Revan memiliki wajah yang tampan dan juga kharismatik. Oleh karenanya, ia banyak disukai dari berbagai kalangan, termasuk Denis yang g*y.
Suatu siang di kelas Denis : Van, boleh minta waktunya sebentar Revan: Ha? (Sedang asik mengobrol dengan Dewa, sahabat karibnya) Denis : Bentar aja Revan: ok, bentar ya gue tinggal
Revan pun segera mengikuti Denis
Denis : Van, gue suka lu dari dulu, dan gue kira ngga bisa mendam rasa suka gue lebih lama Revan: Apaan si maksud lu, gue masih normal anj. Kalo gue cewe pun kaga mau lah gue, minimal ngaca lo (Revan pun marah meninggalkan Denis)
Denis pun merasa kecewa dan sakit hati dengan perkataan Revan. Ia bolos kelas selama beberapa hari. Karena merasa malu, ia mencoba melompat ke sungai dari jembatan. Akan tetapi, ia melihat sebuah botol yang bercahaya di tepian sungai. Ia pun segera mengambilnya
Denis : botol apa ini, kok bisa bersinar terang seperti ini
Ia pun mencoba membersihkannya, tanpa sadar ia pun mengusap botol tersebut, hingga sebuah asap pun keluar dari botol
Jin : Terima kasih tuan, telah mengeluarkan hamba dari botol itu
Denis pun merasa takut
Jin : tidak usah takut tuan, karena tuan telah menyelamatkan hamba. Maka segala keinginan tuan akan hamba kabulkan
Denis: Benarkah? (terkejut)
Jin: Benar tuan, segala keinginan tuan akan hamba kabulkan
Setelah mengetahuinya, Denis pun masih tidak percaya, tetapi ia pun segera bergegas membawa botol itu menuju rumahnya
Sesampainya di rumah Denis : Ayo jin keluarlah (sambil menggosok botol itu) Jin : Apa yang bisa saya bantu tuan? Denis : Aku ingin uang 100ribu
Dengan sekejap uang 100ribu muncul di hadapannya. Sekarang ia pun percaya dengan keajaiban di hadapannya
Jin : Segala keinginan tuan dapat hamba kabulkan. Namun hamba hanya dapat mengabulkan permintaan tuan saat malam hari atau pada ruang yang tidak terkena matahari langsung dalam bentuk jin seperti sekarang, kecuali tuan bersedia memberikan tubuh manusia untuk hamba
Malamnya ia pun tidak bisa tidur dan memikirkan berbagai keinginan
Denis : Jin, dulu aku ingin memiliki hubungan dengan cowo yang kusukai, Revan. Namun beberapa saat lalu aku telah ditolak secara mentah-mentah olehnya, dan aku terpikir sesuatu sekarang (...) membisikkan suatu ide