One

27 4 1
                                        

Cerita baru dari aku. I'm sorry karena belum lanjut yang "Enemy to Love". Soalnya bingung banget mau gimana alurnya. Tapi bakal aku lanjut kok, chill. Ini beneran aku ngide sendiri. Kalo misal mirip sama cerita seseorang, itu artinya aku terinspirasi. Dan jujur, aku beneran author PEMULA😭. Okey, ayo mulai ceritanya.

><><><><><><><

Drttt.. Drttt.. Drttt...

Suara getaran ponsel menggema di sebuah ruangan. Namun, tidak terlihat seorang pun yang berada di dekat ponsel tersebut.

Derap langkah kaki terdengar mendekat ke arah ruangan itu. Orang itu mengambil ponsel segera-setelah menyadari ponsel itu bergetar.
"Halo, ada apa?," ucapnya kepada orang di seberang sana.

Orang itu terlihat mengangguk-anggukan kepalanya saat berbicara dengan orang di seberang. Dan sesekali terdengar tawa dari bibirnya.

Setelah sesi bertelepon selesai, dia menaruh ponselnya kembali di atas nakas.

"Memang, semua wanita hanya menginginkan uang." celutuknya sambil menatap jijik ke arah ponsel.

><><><><><><

Tawa dan gurauan terdengar memekakkan telinga. Belum lagi, dengan teriakan yang keras oleh berbagai siswa.

Jung Jeno, berjalan dengan kedua tangannya masuk ke saku celananya. Siswa dan siswi yang melihatnya terkagum-kagum dengan ketampanan dirinya. Belum lagi rambut hitamnya yang bermodel undercut—membuat mereka tergila-gila.

"Jeno!" panggil seorang wanita.

Jeno yang merasa dirinya dipanggil menoleh ke arah yang memanggil. Dan didapatinya seorang wanita berbadan seksi dan dada yang cukup besar. Dia Karina—kekasihnya.

"Kenapa?" sahut Jeno datar.

Yang diajak bicara hanya melengkungkan bibirnya ke bawah. Tanda bahwa dia kecewa dengan respon Jeno.

"Ishh.. kau masih tanya kenapa? Kau bahkan tidak membalas pesanku kemarin." ucapnya sambil memalingkan muka-merajuk.

Jeno jengah melihat pemandangan seperti ini setiap hari. Dia muak melihat wajah yang berlagak imut itu.

"Oh, maaf. Aku sibuk," jawab Jeno singkat, dan segera meninggalkan Karina sendirian.

Karina yang menyadari Jeno akan meninggalkannya segera menarik lengan pria itu.

"Ck! Apalagi?" tanya Jeno marah, sambil melepas paksa pegangan Karina.

"Kenapa akhir-akhir ini kau seperti menghindariku? Jawab Jeno!"

Jeno memutar bola matanya malas. Dan tidak henti-hentinya dia mengatur napas.

"Aku butuh waktu untuk menjelaskannya. Dan selama aku belum mengatakan apapun, jangan datang atau menghubungiku!" tegasnya dengan raut yang tak bersahabat.

Setelah mengatakan itu, Jeno segera pergi dan meninggalkan Karina. Tak peduli jika dia terus-terusan memanggil namanya.

><><><><><><><><

"Jaemin!!"

Yang merasa dipanggil menoleh ke arah sang pemanggil.

Ah, ternyata itu Lee Haechan. Pria manis yang berpipi sedikit berisi dan rambut coklat yang terlihat seperti roti brownies.

"Kenapa, hum?" ucap Na Jaemin-pria cantik berbadan ramping, dan bibir merah ceri, dengan rambut biru muda yang terkesan segar dan manis bersamaan.

Yang ditanya hanya menggelengkan kepalanya lucu.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 13, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

1323 || NOMINStories to obsess over. Discover now