𝑩𝒐𝒍𝒆𝒉 𝒎𝒊𝒏𝒕𝒂 𝒗𝒐𝒕𝒆 𝒏𝒚𝒂? 𝑶𝒌𝒆𝒆 𝒎𝒂𝒌𝒂𝒔𝒊𝒉.
𝑺𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂𝒕 𝒎𝒆𝒏𝒊𝒌𝒎𝒂𝒕𝒊 𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂
🌕🌖🌗🌘🌑
♡
Cahaya mentari menembus masuk melalui sela-sela jendela asrama, beberapa murid masih tertidur lelap, sampai akhirnya pengumuman dari pengeras suara terdengar remang-remang.
"Good morning! How was your rest? I hope you had enough now, get up and do your homework"
“Selamat pagi! Bagaimana istirahat kalian semua? Kuharap cukup, sekarang ayo bangun dan laksanakan tugas kalian!"
"Okay, was ist die heutige aufgabe?"
“Baiklah, apa tugas hari ini?”
Dendya menatap jadwal yang terpampang jelas didepan pintu masuk asrama.
Dapur asrama mulai ramai sejak pengumuman pukul 04.30 dini hari, beberapa siswa sibuk bersih-bersih, bahkan mengantri untuk mandi.
"Jom cepet sikit ye"
Syira setia mengantri sambil memperhatikan sekitar yang dipenuhi siswa-siswi antar-Negara.
"Pagi syira, siapa didalam?"
Mea mendekat, ia yang awalnya sibuk duduk di ranjang mengumpulkan nyawa akhirnya bergabung mengantri.
"Pagi pun, natcha ni kat dalam, dah lame pun tu"
Gerutu syira refleks.
"Lho? Bukannya Natcha beda kamar sama kita? Otomatis kamar mandi nya juga beda dong"
Syira yang bingung mengangkat pandangan untuk melihat nomor kamar mandi
"Eh.. Ha'alah, saye rase saye yang salah beratur ke bilik air, ini bukan bilik air kita, hehe.. Sorry mea"
"Tuhkan, laillahaillallah"
Syira dan Mea berjalan berpindah, diseberang dapur, Luna & Zellya asyik mengobrol soal festival di Tokyo beberapa bulan lalu.
"願いを込めた紙を流すお祭りですよね? "Festival hanyutan harapan dalam kertas itu kan ya?"
Zellya bertanya antusias, begitupun dengan Luna, hal sepele seperti festival adalah topik menyenangkan warga jepang.
"はい!とても良いですよね、いつか一緒に行きましょう"
"Iyaa! Bagus banget kan, kapan-kapan ayo liatnya barengan"
はい、行きましょう"
"Iyaaa, aku ikut"
Obrolan beragam terus mengalir, bahasa-bahasa asing bercampur aduk terhubung sana-sini, pertanyaan aneh ter lontarkan, bahasa Indonesia yang terdengar kaku, Inggris yang kurang lancar, walau begitu, mereka tidak keberatan bergaul.
"Hello Everyone, first let me introduce myself, i'm lucas. Your supervising teacher here, since we're in Jakarta.. Please use as much Indonesian or english as you can first"
“Halo semua, sebelumnya perkenalkan, saya Lucas. Guru pembimbing kalian disini, karena kita berada di Jakarta untuk saat ini, tolong gunakan bahasa Indonesia atau Inggris semampu kalian dulu"
"실례지만, 질문 하나 해도 될까요?"
"Permisi, boleh saya bertanya sedikit?"
Haina maju dengan ragu lantas melontarkan pertanyaan.
"Of course, don't hesitate"
"Tentu, jangan ragu"
Lucas mempersilahkan.
"신입생 기숙사 방은 언제 배정되나요?"
"Untuk kamar asrama siswa-siswi yang baru, kapan dibagikan?"
"Next time use english or indonesian, okay? For haina.. Later see for yourself on the board in front of the Domintory, it's already arranged there"
"Lain kali gunakan bahasa Inggris atau Indonesia, baiklah.. Untuk haina, nanti tolong lihat sendiri di setiap papan asrama, disana sudah tersusun"
"Oh, sorry sir.. Otherwise thanks for the information"
"Never mind haina, okay the others go straight back to the dorm for the first task"
"Tak mengapa Haina, baiklah.. Langsung kembali ke asrama untuk tugas pertama"
Seluruh siswa-siswi kembali bubar, Lampu Asrama mulai padam digantikan mentari yang kian meninggi.
"Halo, kamu Haina ya?"
Sapa salah satu siswi dengan bahasa Inggris yang lancar
"I-Iya, aku Haina Eun-young, dari Seoul-korea selatan"
Haina membalas jabatan tangan walau ragu
"Salam kenal yaa, aku Sasya Rizkayla, dari Ankara-Turki"
"Iyaa salam kenal"
Haina kembali mengangguk.
Asrama mulai ramai, beberapa murid pindahan eropa dan Asia bagian selatan memenuhi lorong, mereka sibuk berkeliling mencari nama yang katanya sudah tertempel di depan kamar tiap asrama.
"Not this one.. "
Laki-laki dengan setelan formal berdiri berpikir memandangi kertas yang tertempel.
"Eh.. Excuse me, are you new here?"
"eh.. Permisi, kamu anak baru disini?"
Mea yang baru saja selesai bersih-bersih dan hendak masuk akhirnya bertanya karena laki-laki tersebut menghalangi jalan.
"Yes, can you help me find my name?"
"Iya, bisa bantu aku menemukan namaku?"
"Maybe, what's your name?"
"Mungkin, siapa nama mu?"
Mea mendekat, tertarik membantu.
"Ezra, an European transfer student"
"Ezra, murid pindahan Eropa"
Mea mengangguk lantas kembali berpikir
"I think i know, come on"
"Kurasa aku tau, ayo"
Mereka berdua berkeliling asrama mencari kamar tempat nama Ezra terpampang, setidaknya mereka hanya menjelajahi lantai 1 dan 2
"Fahad.. Reyhan.. Jihoomaro.. Kaito.. Louis.. Ezra-"
Mea berhenti sebentar lalu menoleh
"This is your name, right?"
"Yes, your right.. Thanks"
Mea kembali mengangguk lantas berganti arah untuk kembali ke kamarnya.
"Wait"
Langkah mea terhenti. Ia kembali menoleh.
"What's your name? I hope we can be good friends"
"Siapa nama mu? Kuharap kita bisa berteman baik"
"Haha.. I hope so too, my name's Mea, nice to meet you.. Ezra. "
"Haha.. Aku juga berharap begitu, namaku Mea, senang bertemu dengan mu.. Ezra."
Ezra mengangguk, percakapan berakhir, Mea kembali melangkah tampa menoleh.
YOU ARE READING
Pendekar Dunia Seabound
FantasyDunia tidak sesederhana yang terlihat. dalam satu galaksi, hiduplah empat dunia yang saling terhubung oleh portal khusus yang dikuasai orang-orang tertentu. Annesta salah satunya. ia memiliki kekuatan special yang mampu membuka sekat dunia. kekuata...
