.
.
.
Gao Tu belum pernah benar-benar berkencan dengan wanita kelas atas, kecuali satu, Xiu -puteri dari boss perusahaan real estate Poly, lumayan terbesar di Shanghai, yang memiliki tingkat agresifitas di atas rata-rata. Ia berkencan dengan wanita itu murni karena 'ketidaksengajaan,' dimana Xiu mengutarakan perasaan padanya di tengah-tengah pentas seni universitas, dan ia terlalu shock sampai hanya bisa mengangguk tanpa tahu harus mengatakan apa. Dan lima tahun setelahnya menjadi neraka bagi Gao Tu.
Wanita itu, kenang Gao Tu sebal, suka sekali muncul di pagi-pagi atau malam, di waktu kapanpun dimana menurut perkiraannya barangkali Gao Tu sedang tidak berbusana. Belum lagi karakternya yang merepotkan, menempeli dirinya terus-menerus seperti lem, hingga ia risih. Meski harus ia akui bahwa naluri kelelakiannya kadangkala tergoda, namun ia adalah orang yang mudah mengendalikan diri.
Meskipun begitu, Xiu sangat berjasa. Wanita itu bahkan rela menyelundupkan Gao Tu untuk bekerja di perusahaan milik keluarganya selama kurang lebih enam bulan, sebelum akhirnya ayah Xiu membongkar kedok hubungan mereka dan menghina Gao Tu terang-terangan. Xiu -tentu saja, tidak berpihak padanya saat itu, sangat situasional. Namun hal itu Gao Tu anggap sebuah keberuntungan karena akhirnya ia memiliki alasan untuk mengakhiri lima tahun hubungan mereka. Sudah lama ia ingin bebas dari wanita itu, hanya saja ia tidak tahu harus mengatakan apa. Dan satu kesempatan bagus tidak ia sia-siakan begitu saja.
Setelah putus dari Xiu, Gao Tu memilih melarikan diri ke kota Jianghu, mulai mencari flat sederhana dan menyusun rencana untuk mencari pekerjaan baru. Ia cerdas, berpengalaman, dan tampan. Ia salah satu lulusan terbaik universitasnya. Ia bahkan sangat percaya diri bahwa akan mudah baginya menaklukkan Jianghu dengan kemampuannya.
.
.
.
.
.
Sementara bak mandi pelan-pelan penuh, Gao Tu menanggalkan pakaian dan menatap pantulan dirinya pada cermin. Perasaannya campur aduk. Kabar baiknya, mentalnya sangat sehat akhir-akhir ini setelah ia menjomblo. Kabar buruknya, lemak tubuhnya bertambah di beberapa bagian. Ketika ia mencoba mengangkat tangan di atas kepala, ia bahkan sudah tak bisa melihat rusuknya dengan jelas. Di mana pula six pack yang ia banggakan?
"Terlalu lama menganggur membuatku gemuk. Aku harus segera menemukan pekerjaan baru."
Ketika ia selesai mandi, ia memeriksa beberapa amplop surat yang ditujukan padanya. Kebanyakan adalah tawaran posisi pada perusahaan -tentu saja, namun salah satu surat membuat ia memekik tak percaya. Ia bahkan hampir saja menumpahkan kopi panas dari mug kelinci di tangannya. Ia membaca kembali isi surat itu berulang-ulang, dan ia tak bisa mempercayai apa yang ia lihat. Ia diterima bekerja oleh HS Group! Sebagai asisten pribadi CEO! Sungguh gila. Perusahaan paling angkuh di Jianghu membuka pintu dengan sukarela dan mengundangnya untuk bekerja!
"Oh my God. Aku masih tidak bisa mempercayai ini. Ini sungguh bagus untuk karirku!"
.
.
.
.
.
Ruangan itu berisi meja, map warna-warni -sofabed yang merangkap menjadi tempat tidur, pengharum ruangan dengan asap mirip air terjun, Gao Tu sangat sibuk menganalisis sekitar sampai lupa bahwa orang di hadapannya tengah menunggu.
"Jadi apa pendapatmu, Mr Gao?"
Gao Tu menggusak hidung, berpikir. "Satu yang tak kupahami. Poin lima."
YOU ARE READING
Manny 911 ✅
FanfictionGao Tu sangat bangga bahwa dirinya terpilih menjadi asisten pribadi seorang CEO HS Group, perusahaan bergengsi di Jianghu. Tanpa disangka, keberuntungannya berubah menjadi malapetaka. Tak hanya menjadi asisten pribadi dari pria yang sepertinya memil...
