Seorang gadis bernama Alea Ardelline, dengan panggilan Lea. Lea memasuki tahun ajaran baru di sekolah barunya yang bernama "SMA Skyline Academy".
Lea hampir telat di saat pertama masuk SMA. Ia berlari menuju sekolah baru nya. Di gerbang Lea menabrak seorang cowok yang juga berlari masuk.
Cowok itu bernama Kael Mahendra, dengan panggilan El. Lalu mereka berdua jatuh bersamaan, pertemuan mereka kacau, tetapi mengundang tawa kecil. Lea pun meminta maaf kepada lelaki tadi, lalu Lea langsung pergi ke kelas nya, untuk memulai pelajaran.
Lea pun kaget saat tahu bahwa cowok yang tadi menabrak nya ternyata sekelas dengan nya. El duduk di barisan belakang, terlihat santai, penuh senyum, dan cepat akrab dengan semua orang. Sementara Lea masih pendiam, karna masih menyesuaikan dengan lingkungan baru.
Pelajaran pun di mulai.
Guru Bahasa Indonesia membagi tugas untuk kerja kelompok, dan setiap kelompok hanya dua orang. Dan tentu saja nama Lea dan El di sebut secara bersamaan. Lea agak kesal karna satu kelompok dengan cowok "duh cowok ini lagi.. ".
Saat mereka mulai mengerjakan tugas kelompok, Lea menyadari bahwa sikap El itu terlihat berbeda dari kesan pertama yang ia pikirkan.
Awalnya Lea mengira El adalah tipe cowok yang terlalu santai dan suka bercanda, tapi saat mereka mulai berdiskusi, El ternyata cukup serius dan pintar dalam menyusun ide.
“El, kamu beneran ngerti ini semua?” tanya Lea ragu, melihat tulisan El di buku catatan mereka yang rapi dan penuh poin penting.
El menatapnya sambil tersenyum kecil. “Ya ngerti lah. Aku cuma keliatan santai, tapi aku nggak mau nilai jelek di hari pertama.”
Lea terdiam sejenak, menatap ekspresinya yang tenang tapi bersemangat. Ada sesuatu dari senyum El yang membuatnya sedikit tenang—mungkin karena cara El berbicara yang ringan tapi tulus.
Mereka pun melanjutkan tugas dengan suasana yang tak terlalu canggung. Sesekali El mencoba membuat lelucon kecil untuk mencairkan suasana, dan walau Lea berusaha menahan diri, akhirnya ia tertawa juga.
“Lihat, akhirnya kamu bisa ketawa juga,” ucap El dengan nada menggoda.
Lea langsung menunduk, wajahnya memerah. “Aku ketawa bukan karena kamu lucu.”
El menatapnya, lalu terkekeh pelan. “Ya udah, yang penting kamu ketawa.”
Sejak hari itu, sesuatu mulai berubah. Lea mulai terbiasa dengan kehadiran El—cowok yang awalnya hanya “pengganggu di pagi pertama” kini jadi seseorang yang selalu muncul di setiap momen sekolahnya.
Dan tanpa Lea sadari, dari tugas kelompok sederhana itu, perlahan tumbuh sesuatu yang lebih hangat dari sekadar pertemanan.
> Tapi Lea belum tahu… bahwa El menyimpan sesuatu yang tak ia tunjukkan di balik senyum santainya itu.
ESTÁS LEYENDO
Just Friend
RomanceDi masa SMA, segalanya terasa sederhana-tertawa bersama, saling ejek, saling bantu, dan kadang... saling jatuh cinta tanpa sengaja. Begitu juga dengan Alea dan Kael, dua sahabat yang selalu bersama sejak awal masuk SMA. Semua orang mengira mereka pa...
