Halo guys nama gua akmal nurul qolbi tapi pengin dipanggil pembaca dengan nama frostblack atau mark knight
gua suka anime naruto dan sesuatu yang berbau islam makanya saya tulis novel ini selamat membaca
🌸 BUNGA MATAHARIKU eps 1
Langit di atas Desa Konoha tampak mendung pagi ini.
Angin bertiup pelan melewati pepohonan, seakan ikut merasakan duka yang belum benar-benar pergi dari hatimu. Kau berdiri di beranda rumah, memandangi halaman yang basah oleh embun. Rumah itu kini sunyi-terlalu sunyi untuk disebut rumah.
Dua tahun telah berlalu sejak ayah dan ibu Sakura, Kizashi dan Mebuki Haruno, meninggalkan dunia ini. Mereka gugur dalam tugas pengamanan misi lintas desa, meninggalkan Sakura seorang diri. Tapi tidak benar-benar sendiri-karena ada kau.
Sejak hari itu, kau tak pernah memanggilnya hanya sebagai teman.
Sakura telah menjadi kakak bagimu-satu-satunya keluarga yang kau miliki.
"Akmal," panggilnya dari dalam rumah. Suaranya lembut, tapi menyimpan luka.
"Kau sudah bangun? Sarapannya sudah siap."
Kau masuk dan duduk bersamanya di meja kayu kecil yang dulu sering dipenuhi suara tawa dan cerita. Kini, hanya ada suara sendok yang menyentuh piring dan ucapan pelan doa sebelum makan.
"Alhamdulillah," gumammu setelah menelan suapan pertama.
Sakura tersenyum tipis. "Setiap hari kita harus tetap bersyukur, ya?"
Kau mengangguk. "Iya, Kak Sakura. Meski hati ini kadang ingin menyerah..."
Matanya menatapmu dalam. "Tapi kita tak boleh menyerah. Karena jika kita menyerah, maka kita membiarkan kehilangan mereka menjadi sia-sia."
Kau menggenggam sendok lebih erat. Kau tahu ia benar. Dan kau tahu-dalam hatinya yang paling dalam-ia masih menangis. Tapi ia menyembunyikannya, seperti malam-malam saat kau mendengar isaknya di balik tembok kamar.
Selesai makan, kalian duduk berdua di ruang depan. Sebuah mushaf kecil terletak di antara kalian. Ia membukanya, lalu membaca dengan suara pelan namun tenang:
"Fa innama'al 'usri yusra. Inna ma'al 'usri yusra."
"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."
Kau menutup mata. Ayat itu begitu dalam. Kau tahu, hidup kalian kini tak mudah. Tapi Allah telah berjanji, bahwa dalam tiap kesulitan, selalu ada jalan keluar.
Hari-hari di Konoha tak selalu keras. Tapi semenjak kehilangan itu, kau dan Sakura harus bekerja lebih keras. Kadang kau membantu di toko kelontong. Kadang membersihkan peralatan di klinik tempat Sakura menjadi ninja medis.
Namun di sela-sela semua itu, ada momen yang paling kalian jaga: waktu salat dan mengaji bersama. Waktu yang membuat rumah kecil itu tetap bercahaya. Bukan karena lampu, tapi karena harapan dan iman.
Sakura memandangmu sebelum kalian berpisah pagi itu.
"Aku tahu, kamu bukan adikku secara darah. Tapi... aku percaya, Allah menyatukan kita bukan karena kebetulan."
Kau menjawab pelan, "Dan aku tidak akan pernah membiarkan Kak Sakura berjalan sendiri lagi."
Pagi itu, kau berangkat latihan dengan semangat baru.
Di bawah langit kelabu dan daun-daun yang mulai menguning, kau mulai menyadari bahwa dunia tidak akan berhenti meski hatimu hancur. Tapi jika kau punya seseorang untuk dijaga, seseorang yang kau anggap keluarga karena Allah...
...maka itu cukup untuk membangkitkan kekuatan yang tidak bisa diajarkan oleh guru manapun.
Dan mungkin, itulah arti sebenarnya dari "bunga matahariku"-
Sesuatu yang tumbuh menuju cahaya... bahkan setelah badai yang panjang.
oke guys itu bab pertama sampqi jumpa di bab selanjutnya bye bye see you next time assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
KAMU SEDANG MEMBACA
bunga matahariku
Fiksi Penggemarkisah persaudaraan akmal dan sakura haruno di desa konoha kisah penuh pilu perjuangan dan air mata dengan nuansa islami
