Tanda Cinnabar 01

6.1K 392 42
                                        

MOHON MAAF SEBELUMNYA....BOOK INI AKAN MENGANDUNG MPREG ... TAPI BERBEDA DENGAN MPREG HORMON KAYAK ABO .... MPREG INI BAKAL MENGGUNAKAN SISTEM TANAM RAHIM SEPERTI BOOK AKU SEBELUMNYA TAHUN 2017 ..... YANG BERJUDUL IM HAPPY ... BARANG KALI DULU ADA YANG INGAT DAN BACA



 BARANG KALI DULU ADA YANG INGAT DAN BACA

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

******

Ziyu terlihat memegang sebuah jepitan rambut yang berbentuk bunga warna biru yang menyala. Sangat indah dan berkilau untuk satu - satunya barang yang pernah dia beli dimal.

Hari ini Ia berencana untuk memberikan jepitan rambut itu pada orang yang selama ini dia sukai, Yue. Gadis cantik, berambut panjang dan anggun, dimana Yue juga teman sekelasnya. Ia menyukai Yue sudah sangat lama, semenjak pertama kali Ziyu melihatnya.

Karena hari ini adalah ulang tahun Yue, jadi semenjak beberapa hari yang lalu ia telah menyisihkan uang sakunya demi membelikan Yue hadiah dan hari ini juga Ziyu berencana untuk mengungkapkan perasaannya pada Yue.

Terlihat Ziyu kebingungan mencari keberadaan Yue, dikelas dan di kantin, ia tidak bisa menemukannya. Sampai ia berjalan melewati lorong kelas, dibalik jendela kaca yang tembus pandang sampai kelantai bawah, Ziyu melihat sosok Yue sedang berada ditaman.

Ziyu sempat tersenyum melihat sosok gadis itu, namun senyumnya tiba - tiba hilang begitu saja. Karena ia melihat sosok pria lain duduk bersama Yue.

Ia tahu pria itu adalah kakak kelasnya, tapi mengapa Yue bisa bersamanya?.

Ziyu berdiri mematung, pandangannya terkunci. Jepit rambut di tangannya terasa semakin berat, dingin, dan kaku. Kecemasan merayap ke ulu hati. Semuanya terasa nyata ketika pria itu mengeluarkan kue kecil dan lilin menyala. Ziyu menelan ludah, tenggorokannya tercekat, mempersiapkan diri untuk adegan terburuknya.

Benar saja saat Yue selesai meniup lilin itu, pria itu mengeluarkan sebuah hadiah dan Yue terlihat gembira karenanya. Ditambah ketika Yue membuka kotak hadiah itu yang ternyata sebuah ponsel. Dalam sekejap sebuah adegan ciuman terlihat jauh di depan matanya, membuat hati Ziyu langsung terpukul.

Ia memalingkan tubuh, terhuyung mundur, punggungnya menabrak dinding dingin. Dalam sekejap, semua udara hilang dari paru-parunya. Ia merosot, terduduk di lantai, menunduk pada jepit rambut biru yang kini terasa seperti besi panas. Dada Ziyu sesak, seolah ada tangan tak kasat mata yang meremasnya. Matanya kering, perih tanpa setetes pun air mata. Ia hanya duduk di sana, lumpuh, menyaksikan adegan itu terus terulang dalam ingatan. Rasa sakit yang sunyi.

****

Jam menunjukan tujuh malam, Ziyu terlihat baru saja turun dari bus, ia baru saja pulang sekolah dengan menggendong tasnya. Dari halte bus itu ia berjalan kaki dengan melewati orang yang berlalu lalang. Wajah kecil dan tubuh rampingnya tampak menyedihkan dengan ekspresi yang putus asa.

Sampai dimana Ziyu berhenti dan melihat papan iklan yang sangat besar menampilkan artis terkenal, dimana seorang pria tampan yang berpose dengan sangat tampan. Beberapa anak gadis seusianya terlihat bergantian berfoto di papan itu.

Tanda Cinnabar [Mpreg]Where stories live. Discover now