chapter 1

2.3K 76 0
                                        

Gedung kaca menjulang tinggi di pusat kota Bangkok itu adalah markas besar Sangngern Corporation, perusahaan multinasional yang bergerak di banyak bidang, dari investasi, properti, hingga teknologi. Semua orang yang bekerja di sana tahu satu hal jika sang CEO, Joss Wa-yar Sangngern, adalah pria yang sempurna sekaligus menakutkan.

Dengan jas hitam rapi membalut tubuh tegapnya, Joss berdiri di depan jendela besar ruang kerjanya. Tatapannya dingin menelusuri jalanan kota yang ramai. Tingginya menjulang, rahangnya tegas, setiap gerakannya memancarkan wibawa seorang pemimpin. Ia tidak perlu banyak bicara untuk membuat semua orang tunduk.

"Jadwal rapat dengan investor sudah siap, Khun Joss" suara Force yaitu sekretaris pribadinya, memecah keheningan. Force adalah satu-satunya orang yang cukup dekat dengannya, meski tetap menjaga formalitas.

Joss hanya mengangguk pelan. "Baik. Siapkan juga berkas magang baru untuk ku"

Force mengangkat alis, sedikit terkejut. "Anda jarang memperhatikan anak magang seperti ini"

"Perusahaan butuh darah segar, Force" jawab Joss singkat, lalu kembali menatap ke luar jendela.

Di sisi lain, seorang anak muda dengan kemeja putih sederhana tengah berdiri gugup di lobi megah perusahaan itu. Gawin Caskey, anak kuliahan tingkat akhir yang baru saja diterima sebagai anak magang. Ia berasal dari keluarga sederhana, ayahnya seorang guru, ibunya penjahit rumahan. Meski hidup pas-pasan, keluarganya selalu penuh canda dan kasih sayang.

Kini ia tengah berdiri di antara dinding kaca berkilau dan orang-orang berpakaian rapi, Gawin merasa seperti seekor anak kucing kecil di sarang singa.

"Tenang, G... kamu pasti bisa. Ini cuma magang" gumamnya pada diri sendiri.

"Gawin Caskey?" suara ramah seorang staf menyapanya. "Ikut saya, CEO ingin bertemu sebentar dengan anda"

"C-CEO?!" Gawin hampir terlonjak. Ia bahkan belum mulai bekerja, sudah dipanggil langsung oleh atasan tertinggi?

Ruang kerja di lantai teratas terasa begitu megah. Pintu terbuka, memperlihatkan sosok Joss yang berdiri tegak. Gawin menelan ludah, lalu melangkah masuk perlahan.

Tatapan tajam mata abu-abu milik Joss langsung meneliti setiap detail anak itu. Posturnya cukup tinggi, tubuhnya masih tampak muda, tapi senyumnya cerah dan matanya penuh kesopanan. Ada sesuatu yang menarik dari dirinya yaitu sesuatu yang membuat Joss tidak bisa melepaskan pandangan.

"Nama?" suara Joss rendah dan dalam.

"Gawin... Gawin Caskey, Khun Joss" jawabnya gugup, menunduk sopan.

Hening sesaat. Joss masih menatapnya tanpa ekspresi, membuat Gawin semakin salah tingkah.

"Mulai hari ini, kau akan magang di sini. Ikuti aturan, jangan membuat kesalahan" ucap Joss datar.

"I-iya, Khun Joss! Saya akan bekerja dengan keras!"

Di balik wajah dinginnya, Joss merasakan sesuatu yang tidak pernah ia alami sebelumnya. Ada ketertarikan aneh pada anak magang ini. Dan Force, yang berdiri di samping, memperhatikan dengan cermat. Ia tahu jika tatapan Joss kali ini berbeda dari biasanya.

~~~XY~~~

Sore hari, saat Gawin pamit pulang, ia melangkah keluar dari gedung dengan perasaan campur aduk. Ia lega bisa melewati hari pertamanya, tapi tidak bisa melupakan tatapan dingin sang CEO yang entah kenapa membuat jantungnya berdebar lebih cepat.

Di ruang kerja atas gedung, Joss masih berdiri di depan jendela, menatap sosok kecil yang berjalan keluar gedung. Bibirnya mengulas senyum tipis yang jarang muncul.

"Gawin Caskey..." gumamnya pelan.

Sejak hari itu, permainan hati yang rumit mulai berjalan di antara keduanya.

The Unexpected Affair (JossGawin)Stories to obsess over. Discover now