Pagi hari, cerah seperti biasanya. Matahari muncul selalu tepat waktu, burung berkicau riang seakan menyanyikan lagu, menyapa pagi. Orang-orang mungkin akan bagun pagi, membaca koran, atau mungkin menyiram tanaman rumah mereka. Namun, tidak bagi Ann. Gadis ini sudah seperti vampir. Ya, bisa ditebak jadwal tidur Ann memang terbalik.
Annette atau kerap dipanggil Ann ini adalah gadis yang aneh. Kenapa tidak, memakai jaket dan boots meski bukan musim dingin, mengenakan pakaian maskot saat prom, terlebih caranya berbicara dan bersikap seperti dari dunia lain. Maksudku, ayolah, gadis ini benar-benar beda dari gadis yang biasanya kita temukan, entah di jalan atau dimanapun, rasanya seperti ini bukan dunianya, dan dunianya bukan ini.
Annette tidur terlelap pagi itu, sampai sampai
Ding dong!
Ding dong!
Bel rumahnya di tekan oleh seseorang, jujur saja, jika aku menjadi Ann aku sangat kesal jika yang menekan bel ini lagi-lagi seorang bocah yang bermain dingdongditch , yang sudah sering kali ia temukan belakangan ini hanya untuk meneriakannya 'orang gila' lalu pergi. Dengan malas dan pakaian seadanya itu pun ia ber inisiatif untuk membuka pintu. Mungkin kali ini dia dikabarkan menang undian atau hadiah jutaan rupiah. Who knows? Tidak ada salahnya membuka hanya membuka pintu.
Dengan langkahnya yang sempoyongan itu, Ann berjalan kebawah menuruni anak tangga. Tak lama ia membuka pintu dan mukanya yang lesu terpancar saat ia membuka pintu itu. Untung bahwa, yang ia temukan kali ini bukan bocah nakal itu. Kalau iya, dia sudah menyiapkan kue kadaluarsanya untuk di lemparkan ke muka bocah itu, dan menyiapkan kameranya untuk mengambil gambar si bocah. Namun, aneh hari ini bocah itu tidak datang.
Ann menemukan seorang wanita cukup tua, memakai kacamata, rambut yang di sanggul dan lipstik merah itu, seperti tidak asing, mata yang tajam, dan gaya yang klasik untuk orangtua seusianya. Terlalu biasa, tidak ada yang mencolok, terlalu rapih, sepertinya ia seorang perfeksionis. Tak lama mengobservasi, ia melihat benar-benar muka itu.
"Hah, bibi? bibi Zelda?" mulut Ann berbicara lebih cepat daripada yang ia pikirkan, dengan tidak menyangka kehadirannya pun Ann bertanya.
