Di sebuah gedung yg terpengkalai disana terlihat sekumpulan pria dengan satu pria yg di ikat di sebuah tiang. Pria yg terikat itu sudah babak belur karna terus di hajar oleh sekumpulan pria yg menangkapnya itu.
"Ampuni saya tuan Wang, tolong beri saya kesempatan satu kali lagi" ucap pria yg di ikat itu memohon ampun.
"Hahahaha ampun kau bilang! Hei kau, kemarin saja kau begitu berani menghianati ku. Terus kenapa sekarang kau malah minta ampun. Tunjukkan dong keberanianmu itu kepadaku" balas pria yg di panggil tuan Wang itu. Yg tidak lain adalah Wang Yibo si bos mafia, tapi Wang Yibo bukanlah mafia kejam seperti wajahnya yg terlihat dingin dan datar itu. Melainkan dia seorang bos mafia somplak.
Wang Yibo memiliki istri yg jauh lebih somplak lagi darinya yg bernama Xiao Zhan. Mereka adalah pasangan mafia kalau di lihat dari kesingnya atau tampilannya membuat semua orang akan gemetar ketakutan hanya dengan mendengar namanya saja. Tapi siapa yg akan menyangka kalau keduanya ternyata adalah mafia somplak yg suka sekali main-main melawan musuh mereka.
Sama seperti yg di lakukan oleh Wang Yibo saat ini, kepada salah satu anak buahnya yg ketahuan berhianat itu. Bukannya langsung membunuhnya, Wang Yibo justru dari tadi hanya memukulnya sampai babak belur saja.
Wang Yibo menghajar si penghianat itu dengan tongkat besbol yg selalu ia pakai untuk menghajar semua musuhnya.
"Saya hilaf tuan, mohon belas kasih anda tuan. Saya berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi" ucap pria itu.
"Cih, sekali penghianat tetaplah penghianat. Mana bisa kau bertaubat. Jadi alangkah baiknya jika kau pergi keneraka saja. Dan bertaubat disana saja" balas Wang Yibo.
"Tolong jangan bunuh saya tuan Wang" mohon pria itu lagi.
"Bos, kapan anda akan membunuhnya? Kami capek tau dari tadi berdiri terus!" seru kesal salah satu anak buah Wang Yibo itu.
"Berani kau memerintahku hah! Yg bos disini siapa hah?" kesal Wang Yibo.
"Ya anda lah bos" balas anak buahnya itu.
"Ya sudah kalau aku yg bos nya, jadi suka-suka aku dong mau membunuhnya kapan. Kenapa kalian yg stres" ucap Wang Yibo lalu mengganti tongkatnya menjadi cambuk. Wang Yibo mulai mencambuk pria penghianat itu tapi tidak terlalu keras, namun itu mampu membuat pria itu menjerit kesakitan.
"Yibo sayang, aku datang..." teriak Xiao Zhan masuk kedalam gedung itu.
"Yibo.. Kenapa kau tidak menungguku untuk menyiksanya!" cemberut Xiao Zhan melihat pria itu yg sudah babak belur itu.
"Abisnya kau sangat lama sayang, aku kan jadi tidak sabaran ingin menyiksanya. Tangan ku sudah gatal ingin mencincangnya, tapi aku teringat kepadamu, jadi aku hanya memukulnya dengan pelan saja. Agar dia tidak cepat mati" balas Wang Yibo.
"Pelan apanya, dari tadi anda memukulnya sampai beberapa kali dia pingsan" gumam anak buah Yizhan itu.
"Suami sama istri sama saja, aku jadi kasihan kepada Li Shan."
"Salahnya sendiri siapa suruh berhianat. Udah tau punya dua bos yg sama-sama somplak. Masih saja berhianat"
"Betul itu, aku ngeri membayangkannya"
"Apa yg kalian bisikkan hah?" tanya Xiao Zhan.
"Tidak ada tuan Wang Zhan" jawab mereka serempak.
"Huh, awas ya kalau kalian berani membicarakan ku di belakang, aku hukum kalian semua. Tidak taukah kalian semua kalau aku sedang kesal ini, karna kalian tidak menungguku untuk menyiksa si penghianat ini" bentak marah Xiao Zhan, ceritanya.
