My Dear : part 1

26 1 0
                                        

Cahya menyeka darah segar yg keluar dari sudut bibirnya akibat pukulan Dony. Emosi Cahya naik 180°, sedangkan yang memukul kini tertawa dengan bangganya, di liriknya Clara yang masih terisak di samping tembok belakang sekolah. Cahya kembali memandangi Dony yang masih tertawa dengan bangganya, kelengahan Dony ini tidak disia-siakan oleh Cahya, dengan segenap kekuatannya Cahya menendang perut Dony sampai dia tersungkur kebelakang. Dengan secepat kilat Cahya menindih tubuh Dony dan mencengkeram kerah bajunya.
"Yang tadi itu balesan dari pukulan lu, dan yang ini buat temen gua."
Cahya tersenyum sinis memandang wajah Dony yangg kaget di tambah takut. Dengan fullpower nya, Cahya mendaratkan satu pukulan di pipi kiri Dony. Ketika akan menjatuhkan pukulan keduanya, Cahya di hentikan oleh teriakan seseorang.
"Aya.... berhenti."
Cahya mendengus kesal, kemudian berdiri dan menghampiri orang yg menghentikan aksinya.
"Gua kagak salah, lu jangan marah... ini salah dia, lu liat Clara.. iu gara-gara dia" Cahya menunjuk ke arah Dony tanpa meliriknya
"Oke gua tau.. lihat tu, pipi lu lebam.. harusnya lu bilang gua aja biar gua yang urus"
Ricky mengelus pipi lebam Cahya, sedang Cahya hanya diam memandang kakaknya(Ricky)
"Gua bisa sendiri mas, gua bukan anak kecil lagi"
Ricky hanya tersenyum mendengar jawaban dari sang adik
"Kita bawa Clara pulang aja yuk, biar dia bisa nenangin dirinya."
"Oke.. tapi pulang ke apartemen gua, bukan penjara sialan itu."
Ricky mengangguk, kekecewaan telihat di matanya, Cahya pun bisa melihatnya tapi dia tidak perduli dengan itu, dia hanya tidak ingin kembali ke tempat yang di sebut rumah itu. Ricky pun mengantarkan Cahya dan Clara pulang ke apartemen Cahya.
*******----*****
Suasana di SMA XXX pagi ini tidak jauh berbeda dengan hari-hari biasanya. Cahya dan Clara yang baru saja duduk di bangkunya langsung di introgasi oleh kedua sahabat laki-lakinya yang kini sudah duduk di depannya.
"Emang bener ya kemaren lu berantem sama si kutu kupret Dony?" tanya Nathan yang sudah sangat penasaran setelah mendengar kabar dari beberapa anak yg sempat melihat kejadian kemarin. Cahya hanya diam, memandangi kedua sahabatnya itu, di lihatnya raut wajah keduanya yang semakin penasaran yang terlihat cute banget. Cahya dan Clara saling berpandangan, danakhirnya...
"Huaaahhahahahahahahaha..."
Tawa Cahya dan Clara membahana memenuhi ruang kelas mereka, sedangkan Nathan dan Yudha hanya saling pandang, bingung atas tingkah kedua sahabatnya itu.
"Lu.. lu berdua tuh.. lucu.. muka lu kalo penasaran.. hahaha... lucu abizzz... hahaha" -Cahya
"Ya elah Aya, udah deh kalian ketawanya... pipi lu lebam gitu kenapa? Beneran lu abis berantem ama Dony?" tanya Yudha yg mengulang pertanyaan Nathan. Setelah dirasa bisa menguasai dirinya dan berhenti tertawa Cahya pun membenarkan pertanyaan Nathan dan Yudha
"Eh Clara.. udah kali.. masih aja cekikikan.. Aya emang apa masalahnya kok lu sampe beranten gitu?" -Nathan.
Pertanyaan Nanthan tersebut berhasil membuat Clara berhenti cekikikan, Cahya berkelahi gara-gara dia, ini semua salahnya.
"Itu salah gue" ucap Clara dengan mata berkaca-kaca hampir menangis.
"Clara, jangan nangis deh.. awas aja, kalo nangis lu gak boleh lagi nginep di apartemen gua."-Cahya
Clara yang hampir menangis kembali tersenyum, dia cukup kuat intuk menahan aitmatanya, tapi tidak untuk tidak tinggal di apartemen Cahya, sejak kecil Cahya lah satu-satunya sahabat baiknya yang slalu melindunginya.
"Ehh.. ceritain dong gimana masalahnya?" Pinta Yudha dengan wajah memelasnya.
Tet...tet...tet... Bel masuk berbunyi
"Critanya nanti aja, sekarang udah masuk.. okeh" -Cahya
Nathan dan Yudha mendengus kesal, kemudian kembali menghadap ke depan.. dan pelajaran pertama pun di mulai......*****

Tet..tet..tet... bel istirahat berbunyi, semua siswa berhamburan keluar dari kelas masing-masing. Cahya dan clara baru saja hendak berdiri tapi Nathan dan Yudha menghentikan mereka.
"Kalian masih hutang penjelasan sama kita" -ucap Nathan yang kini sudah duduk menghadap ke Cahya dan Clara. Cahya mendengus kesal, betapa kepo-nya kedua sahabatnya itu. Clara pun kini tertunduk lesu mendengar ucap sahabatnya itu, hatinya tak mampun jika harus mengingat kejadian kemarin.
"Kemaren Dony hampir merkosa gua"- ucap Clara tiba-tiba yang membuat kedua sahabatnya menganga selama beberapa detik, sedangkan Cahya hanya diam memandangi Clara yang terlihat sangat terluka menahan airmata juga rasa malunya. Hening beberapa sa'at sampai ketika Vian, Dea dan Dante datang ke kelas Cahya.
"Hai-hai... nih gua bawain makanan (meletakkan snek di meja tmpat Cahya & Clara duduk)... oh ya.. Aya kemaren lu berantem kan..??"- Vian
Nathan, Yudha dan Cahya menatap tajam ke arah Vian yang kini terlihat bingung juga sedikit takut.
"Duduk aja dulu gih, nanti gua ceritain.." -Cahya
Kemudian Dante,Dea dan Vian menarik kursi" yang kosong merapat ke tempat duduk Cahya. Dante, Dea dan Vian adalah juga sahabat baik Cahya, hanya saja mereka tidak satu kelas, tapi Cahya dan teman-temannya adalah teman seperjuangan di organisasi bela diri, kecuali Clara.
"Kemaren gua emang berantem sama si kutu kupret Dony itu.." -Cahya
"Ada masalah apa??.."-Dante
"Yaa.. dia mau ngapa-ngapain Clara... mana bisa gua biarin sahat gua yang paling cantik di nodai sama tuh anjing mesum.." -Cahya
"Whattt..... maksudnya di apa-apain???... Clara mau di gitu in??.." -sahut Viad dengan seditik lebay juga kaget dan emosi.
"Huu.. lebay bingittt sih kamyu" -jawab Yudha sambil menonyor kepala Vian.
"Abiss nya, mana bisa aku rela princess Clara di nodai sama playboy mesum kayak gitoeh"- jawab Vian dengan bahasa yang di buat-buat dan nada bicara yang lebay kayak banci.
"Idiihh.. lebay kamu, bikin aku gemes.. jadi pengen nonjok aja nih"-Nathan
"Iihhh.. apa'an sih bebeb, main nonjok-nonjok aja, atit au" -Vian.
Kini mereka pun larut dalam canda'an mereka. Sungguh indah persahabatan ini

My DearWhere stories live. Discover now