Jakarta 18:00
"Akhirnya nyampe juga di tanah kelahiran" ucap sang gadis.
"Mereka apa kabar ya?" tambahnya.
"Ah langsung ke gerbang kedatangan aja pasti ayah udah nungguin"
Ia pun langsung segera berjalan keluar. Sampai di gerbang kedatangan, ia melihat sosok pria yang merupakan cinta pertamanya. Ia pun berlari kecil lalu memeluk sosok itu.
"Duh si cantiknya ayah sekarang udah gede ya" ucap sosok itu. Yap betul dia adalah ayah dari gadis tersebut.
"Ya iya dong yah, orang sama kakek sama nenek dikasih makan terus. Kalau dikasih door prize mah, Oniel mah nggak gede-gede malah jualan pintu" jawab gadis itu.
"Hah kok jualan pintu sih?" tanya sang ayah.
"Lah ayah gimana sih? Door artinya apa?" tanya Oniel.
"Pintu" jawab ayah.
"Kalau prize?" tanya Oniel.
"Hadiah" jawab ayah.
"Jadi door prize artinya hadiah pintu. Nah kalau pintunya banyak, jadi deh aku jualan pintu di Jepang" jelas Oniel.
"Buahahahaha, ada-ada aja kamu ini" tawa ayah Oniel.
"Gini nih jadinya, pas bunda ngidam minta diundangin Komeng" tambah ayah Oniel.
"Hehehe ya gitulah my idol" jawab Oniel dengan cengengesan.
Bukan Oniel namanya kalau semua ini berhenti begitu saja. Otaknya selalu berpikir cepat untuk jokes berikutnya.
"Apalagi pas udah jadi lagu, wah tambah ngefans lagi aku" tambah Oniel.
Ayahnya yang tak siap pun hanya bingung melihat anaknya itu.
"Hah lagu? Lagu yang mana?" tanya sang ayah kebingungan.
"Itu loh, lagunya kaka Raim Laode. Yang sebab kau terlalu indah dari sekedar kata" jawab Oniel dengan menyanyikan lagu yang dimaksudnya.
"Itu Komang" jawab ayahnya.
"Komang bukannya makanan yang kenyel itu, komang kaming" tambah Oniel.
"Itu kolang kaling" jawab ayahnya lagi.
"Kolang kaling bukannya kamu kolang kaling, aku lagi pusing" kata Oniel.
"Itu calling calling, Niel" jawab ayahnya.
Ayahnya yang mulai frustasi pun menghentikan pembicaraan ini.
"Ah udah lah, Niel. Pusing ayah lama-lama nanggepin kamu" kata ayahnya sambil memijat kepalanya.
"Ya Tuhan, punya anak yang satu kalau diajak ngobrol langsung pelor. Yang satu diajak ngobrol pasti dibelokin terus" keluh sang ayah.
"Tinggal dilurusin aja yah" jawab Oniel sambil menunjukkan senyum khasnya dia.
"Heh nih anak ya" kesal sang ayah.
"Udah ayo pulang, bunda udah masak rawon kesukaan kamu" ajak sang ayah.
"Nggak ah takut disengat bibir Oniel kalau makan rawon. Nanti bibir Oniel yang cantik ini jadi jontor" jawab Oniel.
"Itu tawon. Nih anak lima tahun di Jepang, otaknya tambah encer. Cepet banget jawabnya, makannya pake apa sih?" ujar sang ayah.
"Pake tangan lah, pake kaki ga boleh" sambar Oniel.
"Tuh kan, cepet banget. Bunda kalau denger kamu kayak gini, ayah yakin bunda pasti geleng-geleng kepala" ucap sang ayah.
"Eh iya bunda udah mendingan yah?" tanya Oniel.
"Alhamdulillah udah mulai sehat, semenjak seminggu lalu setelah denger kamu mau balik ke Indonesia" jawab sang ayah.
"Ya udah ayo kita pulang, bunda pasti udah nungguin kita" ajak sang ayah.
"Oke let's go!" ajak Oniel yang tak sabar untuk bertemu bundanya.
Ya lima tahun lalu Oniel pergi ke Jepang untuk bersekolah disana. Di Jepang, Oniel tinggal bersama kakek dan neneknya. Ia di Jepang sejak kelas 6 SD. Dan sekarang dia memutuskan untuk kembali bersekolah di Indonesia, demi kesehatan sang bunda. Oniel dua tahun sekali pasti balik ke Indonesia pada saat lebaran saja namun dalam waktu yang singkat, paling lama hanya dua minggu saja. Namun setahun kebelakangan ini, sang bunda sering jatuh sakit karena kangen kepada putri sulungnya ini. Akhirnya Oniel pun memutuskan untuk kembali bersekolah di Indonesia, di sekolah milik keluarganya itu. SMA SUNDARAM.
To be continue...
Halo bos salam kenal semua. Ini cerita pertama gue, pasti banyak salahnya. Silahkan para bos-bos semua kalau punya saran, kritik, atau pun masukan yang bisa membuat tulisan gue lebih baik lagi, silahkan langsung aja diutarakan.
Good night bos 🕧🕧🕧
ESTÁS LEYENDO
LIKE A RIDDLE
FanfictionSeperti teka-teki, kalian akan selalu penasaran denganku. Hi aku Oniel.
