Note : Cerita ini adalah fiksi yang ditulis untuk hiburan semata. Pengambilan latar dan alur berdasarkan beberapa mitologi kebudayaan Nordik (mengacu pada kebudayaan Swedia) dan cerita The Red Riding Hood. Harap digaris bawahi bahwa karya ini murni imajinasi penulis. Kesalahan dalam alur, penulisan, dan beberapa latar budaya merupakan kekurangan penulis.
Listening The Wolf Song (JonnaJinton Version) 🎶
Enjoy!
"Ini adalah lagu penghantar tidur untuk anak-anak."
. . . . . . . . . . . . .
'Cakar tajam, kuat, dan pijakan kaki yang meninggalkan jejak di tanah basah. Mata sejernih langit utara itu menatapnya tajam. Mendekat dengan gerakan lambat seolah mangsanya bisa saja lari jika ia terlalu cepat. Ketika mereka berhadapan, taring tajam mencuat dari balik bibir makhluk tersebut. Memantulkan cahaya seolah menunjukkan jika tajamnya lebih tajam dari pisau. Sang mangsa tercekat. Dalam hitungan detik ia akan-'
Geledak suara ban mobil yang beradu dengan jalanan mengejutkan Yeonjun. Ia baru saja tertidur di kursinya di sisi kursi pengemudi. Ia mengedip beberapa kali menyadari bahwa ia barusan bermimpi.
"Kau dengar apa yang ayah katakan?"
"Maaf aku tertidur."
Sang pengemudi-ayahnya-hanya terkekeh. Pria paruh baya dengan rambut cokelat tua dan sedikit uban yang mulai tumbuh itu bergeleng geli.
"Sudah kuduga. Perjalanan dari Korea ke Swedia pasti menguras tenagamu."
"Hmm." Yeonjun hanya bergumam. Ia kembali merapatkan jaket tebalnya. Musim dingin di Swedia benar-benar bisa menyentuh titik terdalam tulang-tulangnya. Mungkin karena wilayah ini wilayah Arktik. Dinginnya berbeda dengan musim dingin di Korea.
"Daniel-"
Ah, nama itu digunakan sang ayah ketika mereka berada di luar Korea.
"-jangan tampilkan wajah tertekan. Kau tahu kan ini kali pertamamu mengunjungi nenek buyut mu? Dia begitu senang kau mau ikut dengan ayah."
"Berapa sih usianya?" Yeonjun mengambil ponselnya. Melihat jam pada layar yang menunjukkan sudah hampir petang waktu setempat.
"Hampir 100 tahun, nak. Anehnya dia tidak pikun dan ia bisa dengan jelas ingat semua anak cucunya. Yah, kau tahu kan? Orang zaman dahulu punya seluruh kekuatan fisik dan daya ingat yang bagus."
"...."
"Jangan terkejut melihat sepupu-sepupumu."
"Kenapa?" Yeonjun menoleh dan mendapati ayahnya tertawa kecil.
"Kita akan terlihat seperti titik hitam dengan kepala kita saat berkumpul dengan mereka dan semua rambut pirang itu nak."
Yeonjun ikut tertawa. Benar juga, pikirnya. Fisik Asia miliknya dan sang ayah akan sangat mencolok jika dibandingkan dengan fisik saudara-saudaranya yang keturunan Swedia asli. Kulit putih dengan rambut cenderung berwarna terang dan mata biru. Uh, orang Nordic.
"Oh lihat! Itu pemukiman terujung disini."
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.