Jakarta, Juni 2015
Suara langkah kaki yang terdengar tergesa-gesa itu membuat siapapun yang mendengarnya terdengar panik. Pun begitu yang dirasakan oleh seorang gadis mungil yang baru saja pulang dari sekolah saat melihat seorang pria yang keluar dari dalam rumahnya.
"Eh, Papi? Ada apa?" Tanya gadis itu dengan raut wajahnya bingung. Terlebih wajah pria itu terlihat begitu panik. Ditambah dengan dia yang langsung saja menarik tangan gadis itu untuk masuk ke dalam mobil. "Eh, Pi?!"
Pria itu lalu berlari memutar dan masuk ke dalam mobil dan segera menyalakan mesin mobilnya. "Nggak bisa, Dek! Mami kamu kecelakaan saat mau pulang dari belanja tadi! P... Papi takut!" Ucapnya dengan nada campuran antara gelisah, khawatir dan gusar sambil mulai mengemudikan mobilnya dengan tergesa.
"M... Mami???" Gadis itu juga ikutan panik. Dia kemudian segera mencengkeram tali selempang tasnya.
Setelah itu tak ada lagi pembicaraan, kedua orang itu hanya ingin segera sampai ke rumah sakit tempat orang yang mereka cintai itu dengan cepat.
~~~
Setelah berjuang melewati kemacetan kota Jakarta, keduanya segera berlari ke arah ruang ICU. Mereka sangat yakin bahwa orang yang mereka cintai itu berada di sana.
Sesampainya di sana, sang pria langsung bertanya ke petugas jaga yang ada di sana. "Permisi, Sus! Apakah baru saja ada pasien yang masuk atas nama Fiony Alveria?"
Petugas itu mengangguk, lalu bertanya, "apakah anda keluarga pasien?"
"I... Iya, Sus! Saya suami pasien, dan ini anak kami!" Ucapnya tergesa. Dia benar-benar tak bisa tenang untuk saat ini.
"Mohon tunggu dulu ya, pak. Para tenaga medis sedang berusaha untuk melakukan tindakan yang terbaik untuk istri Bapak." Ucap petugas itu sambil menepuk bahu sang pria.
Si pria hanya bisa mengangguk, lalu terduduk lemas di kursi panjang ruang tunggu yang ada di dekat sana.
~~~
Setengah jam berlalu, akhirnya pintu ruangan ICU terbuka. Terlihat seorang pria yang memakai pakaian operasi yang menghampiri pria yang sedang menunggu itu. "Freyan?" Panggilnya dengan nada hati-hati.
Pria yang bernama Freyan itu menoleh ke arah suara yang memanggilnya. "Jesse?!" Serunya yang lalu berdiri san menghampiri pria bernama Jesse itu. "G... Gimana kondisi istri gue, Jess?!" Tanya Freyan sambil mengguncang pundak Jesse.
"Lo tenangin diri lo dulu, biar gue yang ngomong." Ucap Jesse dengan nada yang tetap tenang. Dia lalu memandang gadis kecil yang tadi datang bersama Freyan itu. "Itu Fritzy, kan?" Bukannya menjelaskan kondisi istri Freyan, dia malah menanyakan nama anak Freyan.
Fritzy yang dipandang hanya bisa mengangguk. "Om Dokter, bagaimana kondisi Mami?" Tanya Fritzy lemah. Dia juga khawatir, tapi dia juga lelah...
Jesse langsung menghampiri Fritzy dan kemudian menggendongnya. Setelah itu dia menatap Freyan. "Bagaimana bisa lo teledor?!" Tanya Jesse dingin. "Lo bilang lo mau jagain Kakak sepupu gue, kan? Terus gimana ceritanya dia bisa pergi sendiri tanpa lo sampai akhirnya kejadian kayak gitu?!" Tanyanya seraya meninggikan nada suaranya.
Suara itu tentu mengundang atensi semua yang ada di sana. Dan beberapa petugas langsung saja memisahkan Jesse dari Freyan, sebelum terjadi keributan. "Dokter Jesse, tenang! Ini rumah sakit!" Seru seorang suster perempuan yang memiliki nametag Mutiara. A.
YOU ARE READING
Love of my life
FanfictionMenceritakan tentang Freyan Nashid Jayawardhana, seorang duda yang memiliki satu orang putri yang bernama Fritzy Rosmerian Jayawardhana. Tentang pertemuannya dengan seorang mahasiswi yang menjadi kakak tingkat dari anaknya sendiri, mahasiswi yang me...
