"Dylan, aku lagi di jalan. Nanti aku telfon balik ya."
Suara perempuan yang sedang fokus melihat ke jalan sembari mengemudikan mobilnya. Tiba-tiba HP nya kembali berdering, ia melihat siapa yang meneleponnya.
"Lulu, cepat pulang. Mama dan papa lo kecelakaan."
Lulu sangat terkejut, "Lo jangan bercanda Qiqi, gw lagi nyetir. "
Telfon itu dimatikan oleh Qiqi dan membuat Lulu semakin khawatir. Ia kehilangan fokusnya, mobilnya mulai ke samping jalan, di posisi yang berlawanan arah dan tertabrak truk dihadapannya. Mobilnya terguling dan Lulu tidak sadarkan diri.
Lulu langsung dibawa ke rumah sakit terdekat oleh warga dan pihak rumah sakit menghubungi orang di kontak darurat HP Lulu.
"Halo, dengan pak Dylan?" "Iya, dengan siapa?" "Saya dari pihak rumah sakit Pelita mengabarkan bahwa saudari Lulu Baimeng mengalami kecelakaan dan kondisinya kritis, mohon segera datang ke rumah sakit."
Telfon itu segera dimatikan dan Dylan segera pergi ke rumah sakit. Sekitar 15 menit, Dylan sudah sampai di rumah sakit.
"Sus, saya pacaranya pasien Lulu. Bagiamana keadaannya?" "Keadaannya kritis pak, ada benturan dibagian kepalanya. Sekarang pasien ada di ruang ICU."
Mendengar itu Dylan lemas dan berlari ke ruang ICU. Ia menangis dan terus memandangi Lulu dari luar ruangan.
""
Pagi hari yang cerah, terdengar kicauan burung yang merdu. Rumah itu sudah sibuk pagi-pagi.
"Lulu bangun!" Suara seorang wanita yang mencoba membangunkan Lulu.
Lulu terbangun dan melihat sekitar, ia merasa aneh. Ia melihat ke arah suara itu.
"Mama." Suara terkejut yang terdengar "Mama, mama gak kenapa-kenapa kan? Kabar mama dan papa kecelakaan itu bohong kan?"
Mama Lulu bingung dengan omongan anaknya.
"Maksud kamu apa sayang? Mama dan papa baik-baik aja." "Syukurlah ma, itu hanya mimpi buruk. Aku berharap tidak mimpi itu lagi. Membayangkannya saja sudah mengerikan." "Yaudah sekarang kamu siap-siap gih ke kampus. Mama udah siapin sarapannya di bawah ya."
Lulu mengangguk dan berjalan kearah kamar mandi.
"" Lingkungan yang bersih dan nyaman, bangunan yang besar dan tinggi yang dilihat oleh Lulu.
"Lulu!" Teriakan seorang gadis dari jauh. "Akhirnya lo dateng juga, gue kepagian jalan ke kampusnya." Gadis yang sekarang sudah disamping Lulu. "Ya salah lo sendiri Qiqi. Udah ah ke kelas yuk."
Kelas yang besar dan tempat duduk yang nyaman, serta ruangan yang dingin sangat nyaman untuk belajar.
"Btw, lo sama cowok lo gimana? Kan kita udah semester 5, bentar lagi magang, cowok lo gak buka lowongan? hehehe" "Ya cowok gue lagi kerja lah, perusahaan dia gak nerima cewek genit kaya lo." "Idih, bener-bener ya lo. Gue cuman genit ke Adam."
Lulu hanya mengangguk geli dengan bercandaan yang sedang mereka bicarakan.
"Tapi lo sama cowok lo beda berapa tahun cuy?" "5 tahun." "Anjirr, sekarang dia umur 25 dong? Trus dia udh jd CEO? GILAAA KERENNNN!!!!" Qiqi dengan suara besarnya. Lulu menutup mulut Qiqi yang kaya toa itu.
"""
Lanjut Part 2 yaaa 🤩
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Haloo, aku Lulu Baimeng
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Halo, saya Dylan Wangdi
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.