Tentang Segelas Kopi dan Semangkuk Soto
Malam ini aku masih bisa tersenyum.
Bukan karena masalahku selesai. Bukan karena pekerjaanku mudah.
Tapi karena ada hal-hal kecil yang tetap bikin aku merasa hidup.
Segelas kopi yang pahitnya akrab.
Soto sapi dari tempat yang jauh, yang rasanya selalu menenangkan—meski aku gak nafsu makan.
Tatapan polos dua kucingku, yang tanpa kata seolah bilang, “Kami di sini.”
Aku tahu dunia gak selalu ramah.
Aku tahu besok mungkin aku akan dimarahi lagi.
Dibentak lagi.
Dituntut lagi.
Tapi malam ini, aku punya jeda.
Aku punya rasa hangat dari soto favoritku.
Dan itu cukup.
Setidaknya untuk tetap waras.
Setidaknya untuk bilang:
"Aku masih di sini. Dan aku tetap bertahan."
