01

22 8 0
                                        

Pagi hari yang cerah burung-burung berkicauan, gorden pun di buka oleh sang bunda untuk menandakan ini sudah siang

" Ya ampun anak perawan bunda udah siang bukan nya bangun."

Ia Kala, gadis cantik, namun sifat nya tidak seperti sang kakak yang memiliki sifat pendiam dan penurut. Kala anak yang sangat pemalas, dan selalu susah untuk di atur, sang ayah dan bunda nya sudah hampir menyerah dengan sifat nya.

" Hmm apasih bun ini tuh masih pagi buta, aku masih ngantuk.. 5 menit lagi ya" sang bunda hanya menggelengkan kepala. " gak ada nanti nanti ayo bangun Kala. ini udah jam berapa?"

dengan sekuat tenaga Kala pun bangun, ia melihat sekelilingnya. tanpa basa basi ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Setelah selesai berkutat di kamar mandi ia turun ke bawah melihat betapa ramai rumah nya di penuhi saudara dari sang ayah, melihat itu Kala langsung berbalik badan dan berlari kembali kekamar.

" Ck , acara apa lagi coba, ini tuh hari minggu waktunya gue me time kenapa rame amat si di bawah." ia membuka hp dan melihat isi chat WhatsApp yang telah ramai di spam oleh teman temannya.

krucukrucuk.. suara itu berasal dari perut kala, ia mengingat bahwa ia belum sarapan sejak pagi tadi..

" Laper tapi males ke bawah rame banget apa gue minta tolong ka ana ya."
ia pun menelfon ka Ana untuk meminta tolong.

setelah beberapa menit ka ana datang membawa makanan serta minuman yang di minta oleh sang adik.

tok tok tok..

" De ini makanan nya." kala pun langsung menghampiri sang kakak dan tersenyum tidak lupa mengucapkan terimakasih.

" Kamu kenapa ga kebawah aja si de? emang gamau saliman sama om tante?"
kala pun diam sejenak. " engga ah malu, soalnya ada yang lain juga nanti aja pas mau pada pulang, kabarin aku ya kalo mereka mau pulang "

Ana pun keluar dari kamar sang adik dan kembali menemui keluarganya. melihat ana turun ayah pun menyadari nya, kemana anak perempuan bungsu nya kenapa hanya kakak nya.

" Kak kok kamu sendiri kala kemana? masih tidur?"

" Engga yah, malu katanya rame banget" sang ayah hanya menggelengkan kepala sudah hafal dengan tabiat anak bungsunya yang sangat pemalas.

...

Dena is calling....

" halo den? kenapa?"

"..."

" ohh oke gue siap siap dulu tunggu ya"

Kala pun bergegas siap siap untuk pergi bersama dena.

setelah selesai Kala pun bergegas ingin menghampiri dena yang sudah siap di depan rumah.. melihat Kala ingin pergi bunda pun hanya pasrah karna sudah hafal tiap malam selalu keluyuran.

" jangan pulang malem malem de, ayah marah nanti kamu ini selalu keluar malam terus."

"hmmm iyya bun, Kala pergi dulu assalamualaikum"

" waalaikumsalam"

_____________________________________

segini dulu ya pren

NAKALA CINTAHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora