"Caine sayangku" tidak ada sahutan dari dalam kamar tersebut, tanpa basa basi Makomi langsung membuka pintu yang ternyata tidak terkunci. Dia menemukan buntalan di bawah selimut, sudah jelas Caine
Menyembunyikan dirinya disana. Makomi menyibak selimut dan menemukan Caine yang sedang meringkuk. "Caine, kenapa kamu ga jawab? Udah ga bisa buka mulut habis diperkosa mulutnya? Jawab Caine".
Caine masih memejamkan matanya, hatinya sakit mendengar perkataan Makomi yang seolah sedang merendahkan dirinya, dia sudah muak dengan semua ini. Dia ingin pergi dari hadapan Makomi, tapi dia tidak tau pergi kemana, Makomi juga akan dengan cepat menemukannya. Makomi tentu tau kalau Caine hanya pura pura tidur.
Makomi menarik tangan Caine, dan perbuatan itu mengejutkan sang surai merah. Wajahnya langsung menghantam dada bidang Makomi, Caine yang tersadar segera menjauh. Makomi yang melihat gerak gerik Caine, seketika menggeram. Dia tidak suka melihat mainannya seolah menjauhi dirinya.
Makomi menarik dagu pemuda manis bersurai merah itu, Caine tidak bisa menjauh dari tatapan nyalang sang dominan. "Jalang kecil ini sudah pintar ya sekarang, kamu mau menjauh dariku Caine? Ingat posisimu, kamu hanya seorang lacur yang aku pungut dari jalanan, seharusnya kamu berterima kasih dan mengabdi kepadaku Caine"
Caine tidak tahan dengan semua ini, dia tidak meminta Makomi untuk menghidupi dirinya, air mata berlomba-lomba keluar dari manik emas Caine. "Aku capek sama semua ini Mako, kalau aku tau ini yang kudapatkan aku tidak akan mau tinggal bersamamu, ini yang kau sebut dengan cinta? Kau menganggap aku apa Mako? Cuma mainan? Atau lacur yang bisa kau pakai sesuka hatimu?"
Caine menjawab dengan suara gemetar, air matanya sudah banyak keluar sedari tadi. Caine tidak sekuat itu, dia sudah sangat hancur sekarang. Dia lebih memilih mati daripada terus tinggal bersama bajingan ini.
"Aku mencintaimu Caine, aku sangat mencintaimu. Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkanmu, dan kau tidak bisa pergi dariku dengan semudah itu. Kau kekasihku dan mainanku untuk selamanya, ingat itu Caine Chana." Makomi menggendong Caine layaknya boneka, dia membawa Caine ke balkon dan mendudukkan dirinya di kursi yang tersedia, tentu saja dengan Caine yang berada di pangkuannya. Dia bersumpah akan membunuh siapapun yang mendekati pujaan hatinya
"Aku akan merenggut semuanya darimu Makomi, aku akan merenggut jabatan dan kekasihmu. Kau akan sendirian untuk selamanya"
Hai hai semuanya 🤭✌️
Aku bawa cerita baru nih, semoga kalian suka ya. Jangan lupa komen dan pencet bintangnya, mamasih 🤩
- Jeca
أنت تقرأ
Luka yang ditinggalkan
عاطفيةTentang Caine Chana yang ingin mendapatkan kebahagiaan di sepanjang hidupnya, tapi keinginan itu pupus ketika dia bertemu dengan Makomi Sinclair Akankan Caine bisa lepas dari belenggu Makomi?
