Syaza terduduk di pojok kamarnya sembari memeluk boneka pemberian bunda tercinta. tangisnya tak kunjung reda walau ber jam jam telah terlewat.
banyak orang yang mengatakan bunda nya akan kembali, dia hanya tertidur sebentar. tapi di umurnya yang baru menginjak 2 tahun Syaza sudah sangat bisa memahami situasi dia tahu bunda tidak akan kembali lagi....
🍀
"kamu gapapa? mau ikut aku? jangan nangis..."
Syaza menoleh mendapati anak lelaki yang lebih tinggi darinya. Syaza tidak menghiraukan laki laki itu dan kembali menelungkupkan kepalanya di atas lipatan lengan. tapi bukannya pergi seperti yang Syaza harapkan laki laki itu justru duduk di sebelah Syaza.
"hmmm aku punya permen kamu mau?" laki laki itu mencoba mengajak Syaza bicara. tapi Syaza menolak dan hanya diam di posisi yg sama.
"gamau ya..." Syaza dapat mendengar suara laki laki itu di dekatnya
"yaudah aku temenin kamu aja disini sampe kamu cape nangis. nanti kalo udah berhenti nangisnya kita main"
🍀
Syaza terbangun karena suara alarm yang terdengar berisik di telinganya matanya terbuka dan seketika menghela napas. "mimpi itu lagi..." batinya dalam hati.
YOU ARE READING
Daisy
RomanceSyaza selalu merasa dunianya tak pernah meluas, hanya berputar pada poros keseharian yang membosankan. hingga suatu hari Syaza menyadari dia dapat melakukan hal yang mengubah hidupnya yang membosankan.
