[OO] PROLOG

2.1K 156 12
                                        

CAST:[JUNGHWAN x YOSHI]

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

CAST:
[JUNGHWAN x YOSHI]

─ ─ ─

WARN! BL/BXB/GAY STORY!
IF YOU DON'T LIKE IT, JUST GO‼️
MESSY WRITING! HARSH WORDS!

Cerita ini hanya fiksi belaka dan murni dari pikiran author. Jika terdapat kesamaan alur, latar ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan. Cerita ini juga tidak ada hubungannya dengan real life!

(🍯) · ─ valleytomars; 𝟐𝟎𝟐𝟓

Happy reading!

──────── ★ ────────

8 tahun yang lalu.

Di taman sore itu terasa hangat oleh sinar mentari, ditemani oleh hembus angin yang menari gemulai di antara para pepohonan. Yoshi duduk bersandar pada bangku taman ditemani Junkyu dan Jihoon yang sibuk bercanda sambil menikmati cemilan mereka. Jihoon sedang melontarkan lelucon receh ketika suara langkah kaki kecil terdengar mendekat.

Sosok kecil itu, Junghwan, si bocah kelas 1 SMP yang kurus dan pendek kini berdiri beberapa meter dari mereka dengan wajah tegang. Di tangannya ada kotak coklat kecil yang dibungkus rapi dengan pita merah muda. Teman-teman Junghwan, Jeongwoo dan Haruto, berdiri agak jauh di belakangnya sambil memberi gestur semangat.

"Lo harus berani! Kalau nggak, kapan lagi? Nanti Kak Yoshi keburu diambil orang," bisik Jeongwoo keras-keras.

Haruto menambahkan dengan sangat semangat.

"Ya, tunjukkan gimana cowok sejati! Semangat!"

Junghwan menghela napas panjang, lalu melangkah maju dengan langkah ragu. Wajahnya memerah dengan tangan yang masih memegang coklat sambil sedikit gemetar.

"K-kak Yoshi..."

Yoshi, yang merasa ada yang mendekat dan memanggil nya langsung menoleh dan tersenyum lembut saat melihat Junghwan.

"Oh, Junghwan. Tumben ke sini, ada perlu sesuatu?" tanyanya ramah, matanya melirik coklat di tangan Junghwan.

Junghwan menelan ludahnya dengan susah menatap Yoshi dengan mata bulat yang dipenuhi tekad. Ia memulai dengan suara terdengar gugup.

"Aku... ini coklat buat kakak. Selamat hari Valentine."

Yoshi mengerutkan kening karena terkejut, namun setelahnya dia tersenyum lagi dan menerima cokelat itu dengan hati-hati.

"Oh, terima kasih, Junghwan. Kamu baik sekali," ujarnya sambil menepuk kepala Junghwan.

Wajah Junghwan memerah semakin hebat, ia menggaruk lehernya malu sekaligus bahagia mendengar pujian itu. Namun, Junghwan tidak pergi. Ia tetap berdiri di sana sambil memandangi Yoshi dengan mata penuh harap.

Jihoon, yang memperhatikan situasi itu langsung menyikut Yoshi dengan senyum jahilnya. Mendapat reaksi itu, Yoshi kembali menatap Junghwan sambil tersenyum kecil.

"Ada yang mau di omongin lagi?" tanyanya sambil sedikit memiringkan kepala.

Junghwan mengangguk kuat. "Iya. Aku... aku suka sama Kak Yoshi!"

Junkyu yang duduk di samping Yoshi nyaris tersedak minumannya, Jihoon tertawa terbahak-bahak sambil menepuk pahanya. Tapi Yoshi hanya menghela napas panjang, berusaha tetap tenang meski di dalam kepalanya ia tidak tahu harus merespons apa.

"K-kakak mau nggak jadi pacarku?" tanya Junghwan sambil membungkuk ke arah Yoshi, rasa malu dan juga rasa lega bercampur aduk menjadi satu.

Akhirnya, dengan senyum sarkas di bibirnya, Yoshi berkata.

"Kamu nggak pantas ngomong suka ke aku dengan tubuh sependek itu. Tinggikan dulu badanmu."

Perkataan itu meluncur dengan nada ringan seperti candaan, tapi efeknya jauh dari ringan. Senyum manis Junghwan langsung hilang dan berganti dengan wajah penuh kekecewaan.

Yoshi tidak menyadarinya, tetapi Junkyu dan Jihoon saling menyenggol untuk memberi isyarat bahwa perkataan Yoshi terlalu berlebihan.

"Lo parah banget, Yosh," gumam Junkyu pelan.

"Nah, iya. Nanti anaknya nangis, habis lo kalau nyokap nya marah," tambah Jihoon sambil mengangkat alis.

Yoshi hanya mengangkat bahunya santai seolah tak peduli. Ia bahkan mengalihkan pandangannya ke arah lain dan menunjukkan bahwa ia tidak tertarik lagi dengan situasi itu.

Junghwan, yang masih berdiri di sana, akhirnya menghela napas berat. Dengan langkah pelan, ia mulai berjalan menjauh sebelum akhirnya berlari kecil ke arah rumahnya dengan kepala tertunduk, matanya berair menahan tangis yang hampir pecah.

Junkyu menatap punggung Junghwan yang semakin menjauh, lalu menoleh ke Yoshi dengan tatapan menuduh.

"Buset, dia beneran nangis. Kasihan sekali."

"Biarkan aja. Nggak gue apa-apain juga," jawab Yoshi santai sambil membuka bungkus coklat yang tadi diberikan Junghwan.

Ia menggigit sepotong cokelat yang rasa manisnya entah kenapa menjaga terasa sedikit pahit di lidahnya.

─── TO BE CONTINUED ──

Ini cerita Hwanshi vers. dari original cerita oceaneptune
terima kasih.

SILENT PROMISE || HWANSHI [✓]Stories to obsess over. Discover now