01💌

235 15 0
                                        

-ᶻ 𝗓 𐰁

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


-ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ

Tubuh mungil, putih, terkulai lemas dibawah air shower yang menghujani nya. Tetesan air menelusuri tubuh nya yang tidak tertutupi oleh apapun. Tubuh putih yang telanjang itu menggigil, karna dingin nya air.

Tapi sang pemilik seperti tak perduli. Ia terus berdiam diri, matanya terpejam meresapi dinginnya air yang menetes beriringan dengan air mata nya. Perlahan ia merubah posisinya,memeluk kedua kakinya yang ditekuk, bermaksud memeluk dirinya sendiri. Menguatkan dirinya.

Air matanya tak hentinya mengalir, namun tak ada suara yang terdengar dari belah bibirnya, bibir itu hanya bergetar pelan.

Ia lelah dengan semuanya.

Matanya terbuka sebentar, terlihat pupil mata berwarna biru tua yang redup. Matanya terbuka hanya untuk menatap nanar tubuhnya. Tubuh nya lengket, terdapat bercak-bercak dosa diatas kulit pucatnya.

Nightd, merasa kotor. Sangat kotor. Tubuhnya dijamah, terjamah dengan kasar dan kotor tanpa ikatan apapun. Bukan hanya raganya yang diperkosa, tapi jiwa nya juga.

Dia sudah tidak memiliki yang disebut kesucian.

Matanya kembali terpejam pelan, lalu kesadarannya mulai menghilang larut dalam tetesan air di atas lantai.

-ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ

"Lo bisa ga sih ga nyusahin?"

Kata itu menyapa Nightd yang kembali tersadar pada realita. Ucapan dengan nada kasar itu menghantam hati kecilnya. Ucapan dari seseorang yang benar-benar ia benci.

Nelson.

"Lo ngapain lama-lama di kamar mandi sampai pingsan? Lo kalo mau bunuh diri ingat tempat"

Jari telunjuk orang itu menunjuknya dengan telak, merendahkan dirinya, menyudutkannya. Suaranya memekakkan telinga, terdengar begitu angkuh. Tapi seribu sayang, Nightd tidak bisa melawan. Hanya tertunduk terdiam, ia rapuh dan halus. Muda ditaklukkan.

"Maaf, aku ga bermaksud"

Nelson pergi meninggalkannya dalam keheningan kamar itu. Kamar Nelson begitu mencekam, mengingatkan Nightd pada kenangan buruk itu. Kenangan dirinya digunakan seenak hati oleh Nelson. Dijamah dengan kasar, ia diperlakukan seperti boneka.

Setelah digunakan tidak ada satupun ucapan terima kasih, ataupun perlakuan lembut. Ia dibuang seperti mainan yang sudah selesai dipermainkan.

Ia lelah, Nelson sering kali menjamahnya dan membuangnya sesuka hati.

Kenangan yang baru saja terjadi beberapa jam yang lalu kembali mencekiknya, membuat nya menangis tanpa suara lagi.

Setelah menangis ia bangkit memutik baju-bajunya yang berserakan di lantai. Memakainya perlahan lalu keluar dari kamar itu.

Rumah Nelson begitu gelap, hening, dan mencekam. Dengan jalan terseok, ia berjalan keluar dari rumah itu.

Ia pulang kerumahnya, satu-satunya tempat dimana ia merasa aman dari Nelson.

Rumahnya menyapa nya dengan hangat, bau masakan langsung tercium oleh penciumannya.

"Night, kesini sayang makan"

Suara ibunya terdengar sangat lembut, ia segera mendatangi ibunya di dapur. Memeluk ibunya yang sedang memasak dengan erat.

Anak yang lelah akan pulang kedalam pelukan ibunya.

Nightd tenggelamkan wajahnya pada tubuh sang ibunda. Mencari tempat untuk bertumpu disana, ia ingin menangis. Ia ingin menumpahkan segala nya pada sang ibunda.

Tapi, itu merupakan aib nya. Aib yang takkan pernah ia ceritakan pada siapapun.

Ia tak mau ibunya tau ia kotor, sudah terjamah oleh orang.

Nightd menahan tangisnya.

"Masak apa ma?"

Nightd melepas perlahan pelukannya dan duduk di kursi meja makan. Mata birunya yang redup kini sedikit berbinar karna sang ibunda.

"Masak ikan kesukaan kamu sayang"

Senyum nya merekah mendengar makanan kesukaannya dimasak oleh sang ibunda. Dengan tak sabar Nightd mengambil piring dan bersiap untuk menyantap makanan itu.

Saat ia suapkan makanan itu ke dalam mulutnya, rasa mual langsung mendera. Lidahnya merasakan rasa tak enak pada masakan ibunda nya. Dengan cepat ia pergi ke wastafel dan memuntahkan suapan nya.

"Le, kowe agek loro to?"
(Nak, kamu lagi sakit ya?)

Sang ibunda mengusap perlahan punggung Nightd.

"Padahal baru satu suap loh, langsung muntah banyak kaya gini"

Nightd terus memuntahkan isi perutnya hingga ia merasa kosong dan lemas.

"yowes turon"
(Yaudah, sana istirahat)

Nightd mengangguk pelan. Ia pun pergi ke kamarnya.

Perlahan ia merebahkan dirinya di kasur empuk miliknya.

Terdiam lama berselimut sunyi, ia menatap lamat langit-langit kamar nya. Lalu tangannya secara tiba-tiba terangkat dan terhenti di atas perutnya.

Pikiran aneh terbesit dalam otaknya, membuatnya menggeleng dengan kencang.

"Gak, gak mungkin"

Ia mengeratkan tangannya pada perutnya.

"Jangan sampai kamu hadir"

-ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ

Ini draft lama yang akhirnya aku luncurkan, semoga suka dengan pribadi Nelson yang brengse ya di book ini

siapkah kau jatuh cinta? (bxn)Stories to obsess over. Discover now