Hi, kenalin aku Rigelica. Ini adalah tentang perjalanan hidupku hingga aku berhasil bertahan hingga saat ini.
23 tahun yang lalu.
"Ika mau ikut paman?" Tanya Paman Roni kepada ku saat paman tiba di rumah ku.
"Paman mau kemana? Ikaa mau ikut paman." Jawabku dengan semangat saat paman mengajak ku pergi bersama dia.
"Kita pergi beli ice cream di Ind*mart. Ayo Ika, nanti Ika pilih mau beli ice cream yang mana." Ujar Paman sambil menggendong tubuhku yang masih kecil.
"Paman, Paman. Ika mau ikut kemana pun Paman pergi, jadi paman harus ajak Ika yah." Ucapku dengan senang di gendongan Paman Roni.
Paman hanya tersenyum menyetujui permintaan ku itu.
---------
"Ikaa, Ikaa ayo pulang dirumah Ika ada seekor kura-kura." Panggil Paman Roni saat aku sedang asik bermain dengan teman-teman ku.
"Betulkah paman? Ayoo kita pulang dan lihat kura-kura itu." Aku pun menyudahi permainan yang sedang aku mainkan.
Aku memilih pulang bersama Paman Roni, melihat pertama kali bentuk kura-kura.
Setibanya dirumah aku melihat cangkang kura-kura itu namun tidak melihat kaki dan kepala kura-kura.
"Paman, Paman kura-kura nya mati? Kok tidak bergerak?" Tanya ku penasaran sambil mengetuk cangkang kura-kura.
--------------
Setelah ayahku berhenti dari pekerjaannya, kini keluarga kami pindah ke rumah nenek.
Keluarga kami tinggal bersama nenek, ayahku tidak begitu menyukai keluarga nenekku. Sehingga terkadang ada beberapa kali pertengkaran.
Ibuku selalu menenangkan amarah ayahku, tetapi amarah ayahku dilampiaskan dengan menghina keluarga ibuku didepan ibuku.
Ibu hanya terdiam, aku pun hanya bisa diam karena tidak mengerti hal semacam itu.
Ayah dan ibuku pun mulai untuk memulai usaha berjualan keripik singkong, menjual es potong, dan lainnya. Demi kelangsungan hidup keluarga kami.
Meski seperti itu nenek tetap menyayangi ku dan adik perempuan ku. Nenek selalu perhatian dengan kami selaku cucunya.
Memastikan kami makan dengan baik, terutama aku. Karena aku cucu perempuan pertamanya dan seorang yang picky eater.
Sangat sulit untuk menyuruhku makan, jika tidak disuapi makan dengan lama, jika ada sayuran selalu menyisihkan sayuran, jika ada cabai atau terasa pedas tidak mau makan.
Sehingga tubuhku lebih kecil dibandingkan adikku yang beda 4 tahun dengan ku.
----------------
"Ikaa bangun, ini Paman Roni datang." Ucap Ibuku membangunkan diriku yang masih terlelap tidur hingga siang hari.
"Hmmm." Aku hanya membalas dengan dehaman dan melanjutkan tidur lagi.
Namun sesuatu yang dingin menempel di pipi ku.
"Ika bangun, Paman bawakan Ika es, kalau Ika tidak bangun nanti es nya habis Paman tidak tau yah." Bujuk Pamanku dengan lembut, namun aku tetap tidak ingin terbangun dari tidurku yang nyaman.
Setelah cukup merasa tidur, aku pun terbangun dan hal yang aku cari adalah Paman Roni dan es yang paman bawa.
Namun Paman sudah kembali pulang kerumahnya, dan es itu sudah habis di minum oleh adikku.
Jarak rumah Paman Roni dengan rumah nenek cukup jauh. Paman harus berkendara dengan motor selama 50 menit untuk sampai dirumah nenek.
--------------
