haii, ini baru pertama kali bikin cerita fantasi jadi kalau kurang maafin ya!
Jangan lupa vote yaa!!
🎀∘Happy Reading˙🎀
Sinar pagi mulai menyinari atap-atap tenda pasar, menembus celah kain lusuh dan mengusir dingin malam yang perlahan menghilang. Wangi berbagai makanan yang mulai berterbangan membuat siapa saja yang mencium menjadi lapar. Pasar rakyat mulai hidup dengan langkah kaki, gesekan kain dari orang-orang yang bertabrakan dan denting koin yang berpindah-pindah tangan.
"Ayo, roti hangat baru keluar dari panggangan!"
"Buah segar! Di tanam dengan penuh cinta, siapapun yang makan pasti akan jatuh cinta!"
"Aku punya mainan baru, harganya sepuluh koin tembaga tau"
"Burung hantu! Ayo di beli burung hantu!"
"Tiga koin tembaga terlalu mahal untuk sayur!"
Suasana pasar begitu ramai, suara pedagang bersahutan berlomba-lomba untuk menarik perhatian pelanggan. Langkah kaki tak beraturan, orang-orang bertabrakan, gelak tawa serta teriakan dari anak anak yang bermain dan berlarian di pasar menambah riuh suasana.
"xia kamu mau beli apa lagi?"
tanya Velmora sembari berjalan berdua menyusuri pasar yang ramai.
"Gatau." jawab Nyxia yang sesekali melihat dagangan yang ia lewati.
"Kamu mahh" sungut Velmora sembari mengkerut kan alisnya.
"Ehh kamu pernah ketemu Tuan Putri belum?" celetuk Velmora.
"Belum" jawabnya singkat.
"Aku pernah!"
"Waktu aku ikut Bunda ke kerajaan trus sekilas aku ngeliat Tuan Putri, dia cantik banget! apalagi rambut blondenya yang indah" tambah Velmora yang tampak semangat untuk bercerita.
"Ohh" balas Nyxia tanpa ekspresi.
"Nyxia gak asik ih" sungut Velmora.
Mereka pun kembali menyusuri pasar.
Saat mereka terus berjalan dan melihat dagangan pasar, tanpa sengaja mata Velmora tertuju pada gadis seumurannya yang memiliki rambut blonde dan memakai gaun yang indah serta mata biru yang menawan namun ia terlihat ketakutan.
"Ehh dia kok kaya ketakutan ya?" tanya Velmora sembari berbisik dan memiringkan tubuh Nyxia ke arah gadis itu.
"Mungkin saja" jawab Nyxia sembari memalingkan pandangannya dan kembali berjalan lurus.
"Kamu mahh, ayo samperin" timpal Velmora sembari menarik tangan Nyxia ke arah gadis itu.
"Kamu kenapa?" tanya Velmora kepada gadis berambut blonde.
"Aku tersesat, gak tau jalan pulang" jawabnya lembut.
Rasa penasaran Velmora yang tinggi menjadikannya tidak ragu untuk bertanya.
"Emang kamu dari mana? Siapa orang tua kamu? Lalu nama mu siapa?" cecar Velmora.
"Aku dari Kerajaan, aku anak dari Raja Elwin dan Ratu Meridia, lalu aku- " jawabnya, ia belum selesai bicara namun di potong oleh Velmora.
Velmora menatap, tatapannya seakan tak percaya matanya melebar dan mulutnya menganga.
"JADI KAMU PUTRI KERAJAAN?"
Nyxia yang semula hanya diam menyimak seketika ikut terkejut, tapi dia tetap tenang. Dengan cepat, ia langsung menunduk memberi hormat pada sang Putri.
Velmora masih berdiri kaku seperti patung, Nyxia melirik sekilas ke arah Velmora, menarik nafas pelan, lalu dengan ekspresi datar ia menundukkan kepala Velmora secara paksa dengan tangannya.
YOU ARE READING
Veinlight
FantasyYang jahat belum tentu salah, yang baik belum tentu benar. Kebenaran mengalir seperti cahaya samar dalam nadi dunia. Dan di tengah bayangan moral, tiga cinta tumbuh dari arah yang tak terduga.
