Part 1

1 1 0
                                        

Part 1

Ini kisahku. Menceritakan segala yang terjadi dan yang kuingat tentang pribadi seorang lelaki yang sejatinya tak pernah kutemui kata yang tepat untuk menggambarkan sosoknya.
Mas Andrea Auriga.
Ia adalah gerimis di kala panas kemarau dimulai, pun laksana musim hujan yang selalu dinanti.
Aku masih ingat pertemuan kami, saat itu hari Jumat tanggal 14 Mei 2007 tepatnya pukul 17:22 WIB kami saling bertukar senyum dalam jarak yang begitu dekat.
Ternyata begini paras seseorang yang kudengar tiga tahun lalu itu. Memiliki sepasang bola mata hitam yang tajam namun lembut saat memandang kulit kuning langsat
Senyum manis dengan lesung di pipi kiri dan ada kacamata yang bertengger di wajah yang menentramkan, bahkan saat berbicara kepadaku ia lebih banyak diam.

Mungkin... saat itu aku telah jatuh hati kepada Mas Andrea Auriga. Namun sayang seribu sayang, seketika hatiku patah sebab ia telah memilih dan dipilih.

***
Lalu waktu berjalan begitu cepat, aku menjumpai seseorang lagi. Alexei. Hubungan kami berjalan mulus di awal, berjalan retak di tengah, untuk kemudian berakhir hampa.

Hal yang paling lucu dari kisah kami bahwasannya terlarang bagiku untuk melakukan semua yang aku suka dan membuat aku berbahagia menonton drama-drama Korea atau menghubungi teman di aplikasi GreenDay.

Betapa lucunya hidupku hingga suatu saat harga diriku diinjak-injak olehnya. Dia mengatakan segala rupa yang buruk tentang fisikku. Hingga aku berpikir apakah seseorang harus sempurna untuk dicintai? Apakah kekurangan tak pantas untuk diterima?
Lalu waktu berjalan lagi tanpa aku mampu merasakan apa pun.
***

The Last Love (Usai)Stories to obsess over. Discover now