Taesan menyipitkan matanya saat ia menyadari seberkas cahaya mengenai wajahnya. Ia mencoba mengumpulkan kesadarannya. Setelah semalaman mengerjakan tugas, tanpa sadar ia tertidur diatas meja belajarnya. Laptopnya masih dalam keadaan terbuka dengan layar yang mati. Matanya membulat seketika melihat jam sudah menunjukkan pukul 8.00.
"Sial! gue telat!"
Seperti kucing, Taesan mandi secepat kilat dan mengenakan pakaiannya. Tak lupa ia mengemasi laptop dan alat tulisnya ke dalam tas. Setelah mengenakan sepatu, ia segera keluar dari kamarnya. Di saat yang sama, penghuni kamar di depannya juga keluar. Ia menatap Taesan yang tampak buru-buru lalu mengulas senyum tipis.
"Kesiangan lagi?"
"Ck berisik lo." Respon Taesan yang langsung berlari setelah mengunci kamarnya.
###
Kelas selesai lebih cepat dari biasanya. Hal ini karena dosen mereka punya urusan lain yang tidak bisa ditunda. Taesan bernafas lega setelah sang dosen keluar dari ruangan. Ia sibuk membereskan alat tulisnya saat Woonhak tiba-tiba menyenggol pundaknya.
"Jadi? Kenapa lo tadi telat?" tanya Woonhak penasaran.
"Biasalah, kerja tugas."
"Tugas sendiri atau tugas orang nih?"
"Tugas gue lah."
Setelah selesai beres-beres, dua sejoli itu pun beranjak keluar kelas. Mereka sepakat pergi ke kantin fakultas sebelah untuk mengisi perut. Ternyata Woonhak juga belum sarapan sejak dia keluar dari rumah. Keduanya berpencar ke stand makanan masing-masing untuk memesan lalu duduk di salah satu meja yang masih kosong. Padahal masih jam 10 tapi suasana kantin sudah lumayan ramai.
"San, gue penasaran deh. Soal postingan lo semalem."
Taesan yang sibuk mengamati sekitar seketika menoleh ke arah Woonhak dengan ekspresi bingung.
"Postingan apa?" tanya Taesan.
"Lo gak inget mosting apa semalem?"
Pertanyaan Woonhak sontak membuat Taesan mengecek sesuatu di hpnya. Matanya membelalak saat melihat apa yang dimaksud sohibnya tadi. Seolah tidak percaya bahwa dia pernah memposting hal tersebut. Jika dilihat dari waktu unggahan, berarti itu tepat sebelum ia tertidur semalam.
"Jadi siapa orang-orang difoto itu?" Tanpa aba-aba Woonhak menginterogasinya.
Taesan menghela nafas sebelum akhirnya menjawab dengan pasrah.
"Gue sama Leehan."
Woonhak seolah sudah dapat menebaknya. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Gue pikir lo udah selesai sama dia. Ternyata belum ya?"
"Udah kok. Gue cuma nge-test aja." bela Taesan.
"Nge-test apa coba?"
"Yaaa intinya gue cuma pengen tau, kira-kira dia masih ngeliat postingan gue atau ngga."
Woonhak berdecak. Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang dikatakan sahabatnya barusan. Satu hal yang tidak ia pahami adalah mengapa sahabatnya itu masih seolah peduli dengan mantannya. Seingatnya Taesan sudah pernah mendeklarasikan bahwa dia sudah sembuh dari luka yang ditorehkan pemuda bersurai coklat itu.
ESTÁS LEYENDO
Party 4 u [ddingdongz, meongsan]
FanfictionSetelah beberapa bulan perpisahan itu, Taesan memutuskan untuk mencoba menarik perhatian mantannya. Tapi siapa sangka tiap usahanya itu malah di-notice oleh orang yang tak pernah ia sangka sebelumnya.
![Party 4 u [ddingdongz, meongsan]](https://img.wattpad.com/cover/396437910-64-k492404.jpg)