Prolog

9 3 0
                                        

"DEMI APAPUN! LO NYEBELIN BANGET PARK JIHOON!" teriak seorang gadis dengan keras membuat seisi kelas sontak menutup telinga mereka yang berdengung

"Buset kenceng amat, itu mulut apa speaker tua sih? Rombeng amat suara nya" ejek Park Jihoon, lelaki yang menjadi penyebab kemurkaan sang gadis

Mendengar balasan nya gadis tadi lantas melotot "SIAL! AWAS KALO GUE DAPET! GUE ULEK ULEK LO!'ancam nya tapi bukan nya takut Jihoon malah tertawa keras lalu memeletkan lidah nya

"Lo yang pendek, lari aja masih berasa jalan, ada mimpi mau nangkep gue? Haha ngomong sama pantat gue sini" balas nya, lelaki itu menyodorkan bokong nya lalu menepuk nepuk nya membuat lawan bicara nya tambah naik pitam

Gadis cantik itu, Kim Jennie menatap penuh murka pada Jihoon, wajah nya merah padam, tangan nya mengepal lalu tanpa aba aba gadis itu menendang meja dihadapan nya membuat seisi kelas termasuk Jihoon berjingkit kaget

"JIHOON!!!"gadis itu mulai berlari dengan kencang menuju arah Jihoon sedangkan Jihoon yang merasakan ancaman mematikan pun akhirnya ikut berlari menghindari kejaran Jennie

Dan terjadilah kejar kejaran di ruangan kelas itu, membuat semua penghuni sana kompak menghela nafas nya

"Baru juga di ganti dua hari yang lalu, udah mulai kelihatan gak berumur aja ini meja"kata salah satu siswa sambil menendang nendang kecil kaki meja tersebut

" tau, itu dua bocah nunggak kas kompak banget giliran ganti rugi pada dorong dorongan, pengen banget gue injek ginjal nya"keluh sang bendahara membuat semua orang meringis ngilu

"Lagian Jihoon juga kek gak ada kapok kapok nya anjir, udah tau Jennie itu tipe yang di senggol langsung ngebacok masih aja suka cari gara gara"

"Hooh, emang dia gak ngerasa sakit gitu pas dibuat babak belur sama Jennie?"

"Kalau denger dia teriak sampai ke tiga lokal ujung gara gara di jambak Jennie kemaren harus nya sakit banget sih"

"Ughh. . gue kalau inget teriakin nya langsung ngilu, teriakan nya berasa kayak lagi di cabut nyawa sama malaikat"

Yahh begitulah kira kira, Double J ini Ibarat tom & Jerry nya 11 IPA 3

Tidak ada hari tanpa Jihoon yang usil pada Jennie dan Jennie yang ngejambak Jihoon, intinya kapan pun dan dimanapun kalau Jennie sudah berteriak pasti akibat ulah Jihoon

Jarang akur, tapi sekali nya akur satu kelas yang dibuat was was dengan mereka.

Kembali pada dua bintang utama, Jihoon dan Jennie masih betah berlari mengelilingi lokal tersebut

Tapi lama kelamaan Jihoon rasanya sudah mulai lelah, dia ingin istirahat rasanya sudah tidak sanggup untuk terus berlari, lelaki itu menoleh kebelakang menatap Jennie dan Jihoon langsung mengumpat kala tidak menemukan ekspresi lelah dari gadis pendek itu, Jennie malah terlihat makin bersemangat dengan mata yang seperti memancarkan kobaran api

Tidak bisa, Jihoon tidak bisa terus berlari di sini, bagaimana pun caranya dia harus menghilang dari pandangan Jennie, ngilu di kepala nya masih terasa tidak mungkin dia menambah rasa baru di sana

Ketika matanya menangkap sesuatu, Jihoon lantas tersenyum senang lalu dengan semangat menambah kecepatan lari nya

Jennie yang menyadari kecepatan lari Jihoon lantas melotot apalgi kala menyadari kalau pemuda itu tengah berlari menuju pintu kelas, Jennie lantas ikut menambah kecepatan lari nya, kalau Jihoon sampai berhasil keluar kelas keinginannya untuk mencabut semua rambut Jihoon bisa hilang

"JIHOON JANGAN KABUR LO BANGSAT!"

"GUE GILA KALAU NURUTIN OMONGAN LO JEN!"

Jennie mendesis sebel, gadis itu mengangkat tangan nya ketika jarak nya semakin dekat dengan Jihoon

Namun ketika Jihoon telah menapak keluar pintu kelas dan telunjuk Jennie sudah menyentuh kerah belakang Jihoon sebuah malapetaka datang

"AKHHH"

"HAHA SELAMAT TINGGAL BOTOL YAKULT!"pekik Jihoon bahagia dan dengan semangat pergi menjauh dari kelas tersebut meninggalkan dua orang yang baru saja bertabrakan didepan matanya

" sakit banget anjing"lirih Jennie pelan, bokong nya rasanya kebas karna tabrakan yang baru saja terjadi tadi

"OH MY GOD, LO GAK PAPA KAN!" pekik seorang gadis heboh membuat Jennie tersadar lalu segera menatap ke depan dimana para gadis tengah berkerumun

"Aduh aduh, yang mana yang sakit sayang? Sini aku bantu" kata gadis lain nya

Tersenyum canggung, lelaki itu menjawab "gak papa, santai aja"

Jennie seketika membeku, dia jelas mengenali suara lembut tersebut, suara yang benar-benar dia arghhh!

"Sialan kenapa harus pake acara nabrak sih!" maki Jennie dalam hati

"Jen! Lo bener bener ya, bisa gak di kelas gak usah lari lari, lo bikin orang celaka tau gak!"

"Y—ya maaf, gue gak tau dia bakalan muncul" jawab nya seraya memperhatikan ke arah lain membuat gadis tadi kesal karna merasa di abaikan

"Heh! Gue lagi ngomong sama lo—

"Rin, udah gak papa. Jennie udah bilang dia gak sengaja"

Haerin lantas menoleh menatap tak percaya pada lelaki di samping nya"Suk, gak bisa gitu dong dia bisa aja bikin kamu cedera"

"Gak kok, santai aja cuma sakit sedikit ini gak fatal"

"Tapi Suk—

"Gak papa, jangan terlalu khawatir ya?" lelaki itu mengangkat kedua sudut bibir nya menunjukkan senyum manis andalan nya yang tidak mampu ditolak oleh para wanita

Dan benar saja, walaupun tak terima Haerin langsung diam setelahnya.

Lelaki itu, Choi Hyunsuk lantas bangun dari posisi nya lalu berjalan ke arah Jennie yang masih duduk ditempat dengan segala pemikirannya

"Lo gak papa Jen?" tanya nya seraya mengulurkan tangan nya ke arah Jennie membuat sang empu mengerjab lalu tanpa menerima tangan Hyunsuk dia buru buru bangun dari posisinya

"G—gue minta maaf, gue bener bener gak liat tadi" Jennie membungkukkan badan nya berkali kali

"Santai aja Jen, salah gue juga yang gak liat tadi"

"Sekali lagi gue minta maaf" setelah mengatakan itu, Jennie langsung melesat menuju kursi nya lalu membuka buku paket nya, berlagak seolah membaca nya membuat nya diri nya ditatap aneh oleh penghuni kelas, apalagi kala melihat buku yang gadis itu pegang tengah terbalik membuat mereka makin tak habis pikir

"Dasar caper" cibir Haerin yang bisa didengar Hyunsuk, lelaki itu menatap Jennie sebelum kemudian menatap ke arah tangan nya

Why Jennie? {Jensuk}Stories to obsess over. Discover now