"When Silence Speaks"

898 43 2
                                        

Awal 2021 - Gym Pribadi Seoul, ruang latihan para idol.

Suara langkah sepatu sport beradu dengan lantai kayu, mengiringi dentuman musik dari speaker. Ruang latihan itu cukup besar, namun hari ini hanya diisi tiga orang: seorang idol senior, kekasihnya, dan seorang rookie yang tak sengaja datang terlalu pagi.

Winter menarik napas panjang, mencoba fokus pada gerakan stretching-nya. Tangannya menggenggam ujung matras, kepalanya menunduk, tapi ekornya mata kadang-kadang tak bisa berbohong.

Di sisi lain ruangan, seorang pria sedang latihan beban ringan sambil sesekali tersenyum kecil pada perempuan yang duduk di bangku, menatapnya seperti dunia hanya milik mereka. Winter mengenal mereka. Lisa BLACKPINK dan Jungkook BTS.

Mereka pasangan legendaris - atau lebih tepatnya, pasangan yang dibicarakan diam-diam di ruang tunggu, dibahas di grup chat tertutup antar idol. Winter mendengar nama mereka bahkan sebelum ia menginjak usia debut.

Tapi hari ini, entah kenapa... ia merasa canggung.

Bukan karena keberadaan mereka. Tapi karena tatapan itu.

Jungkook sempat menoleh. Sekilas. Hanya satu dua detik. Tapi cukup untuk membuat Winter merasa sedang diterawang. Tatapan yang datar, netral, sopan - namun cukup tajam untuk membuat jantung Winter berdetak lebih cepat dari biasanya.

Winter buru-buru menunduk lagi.

Dia belum pernah bicara langsung dengan Jungkook. Jelas saja. Ia hanya rookie dari SM, baru debut dua bulan lalu. Sedangkan Jungkook... legenda hidup dari HYBE.

Dia bukan penggemar. Tapi bukan berarti dia tak tahu siapa pria itu.

Beberapa menit berlalu dalam keheningan yang canggung. Winter mencoba fokus lagi pada stretching-nya. Tapi telinganya justru menangkap suara tawa kecil Lisa - ringan, tapi dengan nada manja yang dibuat-buat. Jungkook membalas dengan suara rendahnya, "Ya, arasseo. Aku janji enggak bakal lupa."

Winter menghela napas. Bukan karena cemburu. Bukan karena tertarik.

Lebih karena... penasaran. Kenapa pria itu tadi menatapnya seperti itu?

Dan mengapa sekarang... setelah melihat mereka dari dekat... rasanya ada sesuatu yang tak seindah gambar yang selama ini ia lihat di media?

Tanpa sadar, Winter kembali menoleh. Namun kali ini, Jungkook sedang melihat ke arahnya.

Mata mereka bertemu.

Tak lebih dari dua detik. Tapi cukup untuk membuat Winter buru-buru mengalihkan pandangan.

Beberapa hari kemudian - kafe rooftop privat langganan idol 97 line

"Hei, kalian tahu enggak sih... rookie dari SM itu makin gila perform-nya," kata Jaehyun sambil menyeruput kopinya. "Aespa. Yang maknae-nya, Ningning? Gila, vokalnya bisa nendang banget."

"Gue lebih ke Karina sih," sahut Eunwoo sambil cekikikan. "Visual banget. Kayak karakter manhwa."

"Winter juga oke sih," timpal Mingyu. "Dulu gue enggak ngeh, tapi sekarang jadi sering muncul di timeline."

Jungkook duduk menyandar di sofa, hoodie-nya ditarik sampai menutupi setengah wajah. Dia nggak ikut nimbrung... tapi kupingnya jelas terpasang.

Jaehyun nyengir. "Eh, Minjeong ya nama aslinya? Winter itu. Dia lucu, polos tapi panggungnya dingin banget. SM banget lah konsepnya."

Mingyu ikut ketawa. "Bias gue sih dia sekarang. Gue bahkan nge-save fancam dia pas Inkigayo minggu lalu. Jangan bilang lo juga, Jaehyun."

"Gue? Gue... susah pilih antara Karina atau Winter. Tapi Ningning yang suaranya ngalahin siapa aja," kata Jaehyun bangga.

BEHIND JEON.Where stories live. Discover now