Seorang wanita yang terlihat anggun dengan gaun pengantin dan riasannya tersenyum cerah duduk di ruang tunggunya. Ia menoleh ke pintu, melihat seseorang berambut pendek seperti pria, rahang tajam dan dagu panjang, mengenakan pakaian semi formal dengan jubah panjang. Walaupun terlihat maskulin seperti pria, ia bisa mengetahui orang itu seorang wanita dari bentuk bahunya.
Wanita maskulin itu melangkah masuk mendekati Wanita bergaun pengantin.
Wanita bergaun pengantin terlihat bingung.
Wanita maskulin itu tersenyum tipis, “Maaf tiba-tiba muncul seperti ini. Namaku Yoon Seol, kakak tertua Yoon Byeol.”
Wanita bergaun pengantin tersenyum lebar, “Ahhh… Byeol Oppa pernah bercerita tentangmu.”
Wanita maskulin bernama Seol itu mengangguk sopan, “Maaf tidak pernah menemuimu sebelumnya dan tiba-tiba muncul di depanmu seperti ini.”
Wanita bergaun pengantin menggeleng, “Terima kasih sudah datang, Eonni.” ucapnya tulus.
Seol menghela nafas dalam, ia mendekati wanita bergaun pengantin itu lagi dan berlutut menggunakan satu kaki di depannya.
Wanita bergaun pengantin itu tertegun.
Seol mengeluarkan sebuah kotak berukuran sedang dari dalam saku jubahnya, membuka benda itu dan mengeluarkan sebuah gelang berlian cantik dari dalamnya.
Wanita bergaun pengantin itu tertegun melihat Seol memasangkan gelang berlian itu ke pergelangan tangannya, “Eonni?”
Seol memastikan gelang terpasang dengan benar dan mendongak memandang calon adik iparnya itu, “Hadiah pernikahan dariku.” ucapnya, “Tidak akan mudah menghadapi Yoon Beyol, tapi kuharap kau bahagia.”
Wanita bergaun pengantin itu tersenyum dan mengangguk.
Seol bergerak bangkit, “Selamat atas pernikahanmu.” ucapnya lalu berbalik pergi. ia keluar dari ruang tunggu pengantin wanita, sebelum melangkah ke pintu depan gedung, ia berhenti dulu memperhatikan ayah dan ibunya di depan pintu masuk Ballroom menyambut tamu bersama adik laki-lakinya yang paling kecil. Ia hanya memalingkan wajah dan berjalan pergi.
Keesokan harinya.
Seol bercucuran keringat, ia mengenakan celana olahraga ketat, di bagian atas hanya bra sport. Kedua tangannya dibalut kain khusus untuk memukul samsat. Ia menghela nafas dan kembali menghembuskannya, ketika hendak meneruskan pukulan ia berhenti karena musik di telinganya berubah. Ia mengerutkan dahi, menoleh ke arah ponsel di sebelah handuk kecilnya, ada seseorang yang menghubunginya. Ia menghampiri ponsel, menggapai handuk untuk menyeka wajah dan lehernya, matanya melihat layar ponsel padam. Menandakan panggilan itu berakhir.
Namun tak lama kembali menyala, memperlihatkan nomor tidak tersimpan. Ia menyentuh earphone di satu telinga.
“Nuna, kau hadir di acara pernikahanku tapi tidak menyapa.” Langsung terdengar protes Byeol di seberang.
Seol menghela nafas dalam, “Untuk apa kau menghubungiku?” tanyanya.
“Ck! Dingin sekali pada adikmu—”
“Kututup.” Seol langsung memutuskan telepon, lalu meneruskan kegiatannya.
+++
Seorang wanita berkacamata berjubah putih tersenyum mendengar cerita Seol, “Kau datang ke pernikahan adikmu?”
Seol mengangguk, “Ya…” jawabnya, ia mengenakan kemeja longgar dan celana kain yang membuatnya terlihat sangat maskulin.
Wanita tadi, Dokter Hwang, mengangguk mengerti, “Berapa lama kau disana.”
ESTÁS LEYENDO
Mrs. Husband
RomanceYoon Seol tumbuh dalam keluarga patriarki yang keras-dan itu membuatnya menjadi wanita yang kuat, mandiri, serta terbiasa memegang kendali atas hidupnya sendiri. Jadi ketika ia jatuh hati pada seorang pria... masalahnya bukan karena pria itu menyuka...
