Berdiri di atas jembatan seorang tengah gadis melamun. Gadis itu melamunkan banyak hal random. Contohnya seperti..
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Hah..."helaan nafas terdengar.
"Adakah yang jual seblak disini? Tiba-tiba ingin seblak hiks."ucap gadis itu.
"Aku capek! Capek kerja, capek mikir, capek jalan, capek makan, capek tidur, dan capek nafas. Mati saja kah? Biar tenang."lanjut gadis itu lagi.
"Tapi.. Canny, Kak Asa dan Kak Ruka sebenarnya ada dimana ya? Meskipun aku sudah menjadi Detektif terkenal di New York, tapi orang-orang ku tidak ada satupun yang menemukan jejak mereka."gumamnya lirih.
Dia sudah mengutus banyak orang di setiap negara untuk mencari jejak ponakan dan kedua kakaknya yang menghilang, namun sampai detik ini tak kunjung menemukan titik terang.
"Aku rindu mereka." gadis itu mulai melamun kembali menikmati senja di Sore hari.
Tut..Tut.. Tut
Ponselnya berbunyi. Gadis itu tersadar dan merogoh sakunya, terkejut melihat siapa yang menelepon.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Astaga! Si botak menelpon."celetuk gadis itu panik melihat atasan nya menelpon dirinya.
Karena tak ingin mendapat masalah gadis itu buru-buru mengangkat nya.
"Halo..?"gadis yang tak lain adalah Kwon Ahyeon Anastasya mulai mengangkat telepon itu.
Di belakangnya seorang gadis berseragam sekolah menengah pertama berjalan kaki melewati dirinya..
Ahyeon menyadari gadis muda itu namun tak sempat melihat wajah nya karena dia terlambat menoleh, padahal jika Ahyeon tepat waktu mungkin Ahyeon akan terkejut melihat siapa gadis itu sebelum sebuah topeng kulit menghiasi wajah gadis itu.
"AHYEON! DIMANA KAMU? Cepat jawab aku."teriakan itu menyadarkan Ahyeon kembali.
"Ah! Aku? Aku sedang jalan-jalan Pak."jawab Ahyeon tanpa beban.