WARICH & LUKA

215 18 2
                                        

WARICH & LUKA

KlaoWarich fanfiction
From Perfect 10 Liner The Series

By

Reika Ikawa

********

Phi Wa, katakan padaku, apa yang harus kuperbuat jika aku merindu pada kerlingan matamu? Binar mata yang rentan dan rapuh namun mencerminkan hasrat yang membara ketika kita saling mencumbu. Cahaya dari matamu bagai bintang utara dalam kelam malam. Keindahan yang tidak terkendalikan.

Phi Wa, katakan padaku, apa yang harus aku lakukan jika aku tidak bisa melupakan sentuhan bibirmu di bibirku? Saat kau menciumku, rasionalitasku hilang terbakar, membuatku ingin merasakan manisnya lagi dan lagi. Aku telah terjerat oleh pesonamu.

Kau begitu cantik, manis, memukau, membuatku ingin selalu menyentuhmu, kutelusuri, hingga dapat kulihat gairahmu. Aku tidak tahu, tidak mengerti, tidak peduli, karena itu tolong katakan apa yang harus kuperbuat agar aku dapat memilikimu?

Saat cinta kita saling menyatu, nafas birahipun bersatu, kau ciptakan luka yang paling aku sukai. Itu adalah bekas cakaran kukumu di kulitku. Warna merahnya bersinar, menandai kepemilikanmu terhadapku. Luka itu jadi saksi bahwa akulah yang sekarang telah berhasil menikmati tubuh indahmu, meskipun dalam hatimu tidak hanya ada aku. Ada dia, dan selalu seperti itu. Phi Wa, kau adalah yang paling ahli dalam membuat luka meskipun kau yang lebih sering merasa terluka.

Seperti malam itu, saat kau tak jujur padaku, mengatakan bahwa kau tidak akan berada di bar hingga larut malam, namun nyatanya saat aku pergi ke bar lewat tengah malam, kau masih ada disana bersendagurau bersama dia. Kalian begitu dekat, dan senyummu padanya indah melekat. Amarahku memuncak. Aku labrak dia dan hampir kupukul wajahnya. Kau menahanku, dan memang selalu begitu, karena kau selalu melindunginya. Lalu kita bertengkar hebat. Kau bilang kau tak suka sikapku, aku terlalu kekanakan buatmu, dan tingkahku telah melukaimu. Terus, bagaimana dengan luka yang kau toreh padaku?

Tapi tak kupedulikan luka itu. Aku kembali padamu. Tak apa jika harus menunggu, tak apa jika harus tidur di depan pintu rumahmu, tak apa jika harus kutahan sakit itu, aku hanya ingin kau memaafkanku. Meskipun setelah itu kau kembali melukaiku.

Phi Wa, tak bisakah, tak bisakah kau hanya mencintaiku saja? Kenapa dia juga? Aku telah melakukan semuanya agar kau hanya melihat aku saja, tapi segalanya selalu terasa percuma. Meskipun kita sedang berdua saja, dan baru selesai mengecap manisnya cinta kita bersama, ketika ponselmu berbunyi dan kau mendapatkan kabar buruk tentang kondisinya, kau akan selalu bergegas pergi menemuinya. Kau tinggalkan aku. Kecupanmu di leherku masih merah, dan cakaran kukumu di kulit bahuku masih menyala, tapi jika itu berhubungan dengannya, aku yang selalu kau acuhkan begitu saja.

Hingga akhirnya aku tak sanggup lagi, kesabaranku telah habis. Kudatangi kau ke bar malam itu, tempat biasa kau menemuinya. Kalian berdua disana, kau sedang memeluk tubuhnya, dan dia sedang menangis dibahumu. Kenapa dia selalu dapat mengambil perhatianmu? Kau itu kekasihku, Phi Wa, tapi kenapa dia yang kau peluk dengan sayang?

Pandangan mataku jadi kelabu, dan tak dapat lagi kukendalikan diriku. Aku pisahkan pelukan kalian berdua, lalu kupukul wajahnya sekuat tenaga, agar dia sadar siapa disini yang lebih berhak atas dirimu, Phi Wa. Tapi hati kita tampaknya tidak sejalan. Alih-alih menaruh perhatian, kau malah menampar pipiku didepan semua mata yang melihat, mengatakan kalau aku sudah keterlaluan. Setelah itu kau putuskan aku, di depan dia. Biar aku tekankan sekali lagi, di depan dia. Disitu harga diriku telah jatuh, runtuh, hancur. Dia mungkin tak merasa menang, tapi aku telah sepenuhnya kalah, dan kau telah jauh meninggalkanku disana.

Tu as atteint le dernier chapitre publié.

⏰ Dernière mise à jour : May 13, 2025 ⏰

Ajoute l'histoire à ta Bibliothèque et tu seras prévenu des nouveaux chapitres !

CINTA SEPEKAT DARAH | AOUBOOM STORY Des histoires addictives. Découvre maintenant