happy reading
*
*
To : Azzam Alfata
"hai mass! maaf aku nekat mengirimkan surat ini ke rumahmu, aku sudah mencoba menghubungimu berulangkali tetapi nomormu tidak aktif, maaf jika surat ini mengganggumu. tetapi aku hanya ingin menanyakan kabarmu. apa kamu baik baik saja?, kenapa kamu sudah tidak mengunjungi kami lagi?. firan juga rindu papanya. dia sudah bisa memanggilku bunda sekarang! aku sangat senang. apa kamu tidak merindukannya?
hubungi aku jika kamu membaca surat ini ya mas?"
(08*************)
Tanira meremas surat yang ia temukan di dalam laci meja kerja suaminya, hatinya sangat sakit, bagaimana bisa ia telah dibohongi oleh suaminya sendiri, dan apa tadi? 'papa' 'firan'? apa itu. sebutan untuk seorang anak terhadap ayahnya. dan wanita itu. menyebut dirinya mama?
Tidaakk, tanira menggelengkan kepalanya berusaha mengusir fikiran jahat itu. tetapi surat itu benar benar menghancurkan dunianya. bagaimana bisa, oh tuhan apa ini sebuah pengkhianatan?
"astagfirullah ya Allah, apa ini ya Allah? hamba tidak sanggup jika ini benar-benar terjadi" ujar tanira mulai sesenggukan.
dia terus memikirkan apakah suaminya telah memiliki anak dari perempuan lain?. apa suaminya lelah menunggu tanira yang tak kunjung hamil?. tubuhnya meluruh ke lantai, tangannya bergetar. tangisan tanira pecah seketika
"tega kamu mas hikkss"
"kamu berkhianat mas"
"aku tidak mau hidup bersama pengkhianat sepertimu"
"hiks hiks"
tangisan tanira begitu pilu diruang kerja suaminya, niatnya ingin membersihkan ruang tersebut, tetapi malah menemukan bukti pengkhianatan ini.
tanira kembali membuka surat itu, lalu menyalin nomor handphone yang ada pada surat itu ke ponselnya
"aku akan memastikan ini" ujar tanira yakin lalu mendial nomor tersebut dengan tubuh yang masih bergetar.
sambungan terhubung, orang itu mengangkatnya
"haloo"
"dengan siapa?"
suara perempuan. ternyata benar, ini suara perempuan, apa perempuan ini yang menulis surat?, apa perempuan ini juga yang menjadi selingkuhan suaminya?
"ha halo! maaf apa saya bisa tau, saat ini saya berbicara dengan siapa?" tanya tanira gugup dengan suaranya yang bergetar karena menangis
"iya? saya alika. anda siapa? ada perlu apa?"
Degg...
ternyata benar dia.
"maaf saya salah orang" buru buru tanira memutuskan sambungan tersebut, cukup! sudah cukup baginya memastikan siapa yang mengirimkan surat itu. tanira sudah tak sanggup mendengar suara perempuan yang baru saja ia ketahui namanya 'alika' itu, sudah menjadi selingkuhan suaminya selama ini. dan mereka sudah memiliki anak
"astagfirullah mas, sejak kapan kamu berhubungan dengan perempuan itu? hingga sudah memiliki anak mas" tanira menangis sesenggukan. ia bangkit dari duduknya, melipat kembali surat itu lalu diletakkan kedalam laci seperti semula agar suaminya tidak curiga
tanira berjalan keluar dari ruang kerja suaminya, lalu masuk kekamar mereka, kamar yang telah menjadi kamar tanira dan suaminya hampir 2 tahun ini
tanira menatap foto pernikahan yang berukuran besar itu terpajang di dinding kamar, lalu melihat ke seisi ruangan "aku akan mengakhiri semua ini" tekadnya telah kuat, tanira tidak sanggup harus hidup dalam pengkhianatan.
YOU ARE READING
Tanira Arnika
SpiritualBagaimana jika kamu menemukan bukti pengkhianatan dari suamimu sendiri? apa pilihan yang akan kamu lakukan? pergi meninggalkan atau tetap bertahan dan memperbaiki hubungan karena cinta yang sangat besar. jika itu tanira, ia lebih memilih pergi menin...
