Ada seorang pria yang bernama Vasillias. Dia seorang tentara dari Republik Sköll, dia terobsesi dengan ksatria. Saat dia kecil dia bermimpi menjadi seorang ksatria, dan menemukan tuan putri yang akan dilindungi dengan nyawa nya. Namun, suatu hari....
"Semua nya bangun!! Kalian pikir kita sedang piknik?! Kita sedang berperang dengan kekaisaran!" Sang komandan berteriak.
Vasillias pun terbangun Dan mengeluh.
"Kenapa komandan selalu saja berteriak tentang perang, padahal kita cuma di garis belakang," keluh vasil.
"Hahaha, percuma kau mengeluh vasil. Dia hanya peduli tentang perang, perang, Dan perang," ucap yujin sambil tertawa.
"Ada apa prajurit yujin?, apa ada yang lucu?" Tanya komandan dengan raut muka penasaran.
"Siap, izin menjawab komandan. Vasil, dia mengeluh lagi pak!" Tegas Yujin.
"Hohh, seperti nya hukuman kemarin tidak cukup untuk membuat jera, baiklah! Vasil, kamu dihukum 100 Kali push up, cepat!" Komandan dengan tegas memberi hukuman untuk Vasil.
"Sialan kau, Yujin," bisik vasil kepada Yujin, dan yujin hanya menjawab dengan terkekeh.
"Ada apa?! Apa telinga mu bermasalah?!" Teriak komandan.
"Siap, laksanakan komandan," jawab Vasil.
Di lapangan bersalju, Vasil mulai menjalani hukuman nya.
"Sial, gara-gara Yujin aku dihukum. Akan kubalas nanti ketika di barak." Vasil mengeluh karena teman yang mengkhianatinya.
"Hahaha, kau terkena hukuman lagi? Vasil, kau benar benar orang yang menyukai hukuman yah?" Gilbert bertanya sambil tertawa melihat vasil dihukum.
"Sialan kau Gilbert. Yujin mengadukan ku pada komandan lagi," jawab Vasil sambil mengerutkan dahi nya.
"Hah, pantesan, ternyata Yujin lagi. Kenapa kau masih ingin berteman dengan nya? Padahal dia sering mengadukan mu pada komandan?" Tanya Gilbert.
"Dia hanya melakukan itu karena dia peduli padaku? Entahlah. Kupikir dia tidak ingin melihat ku terus mengeluh karena tidak bisa maju ke garis depan," jawab Vasil sambil melakukan push up.
"Ahh iya, dulu kau pernah mengatakan. Bahwa diri mu ingin menjadi seorang ksatria dan melindungi seorang tuan putri, kan?" Tanya Gilbert.
"Ya, Karna itu aku sangat ingin maju ke garis depan. Agar aku bisa melindungi tuan putri ku," jawab Vasil dengan wajah tersenyum.
"Memangnya siapa tuan putri mu?" Tanya Gilbert yang kebingungan.
"Suatu hari, aku akan menemukan nya. Dan melindungi nya dengan nyawaku," jawab Vasil sambil sedikit tertawa.
"Kau terlalu banyak membaca buku cerita tentang ksatria, Vasil," ucap Gilbert dengan muka datar.
"Berisik! Pergi sana. Aku sudah menyelesaikan hukuman ku dan akan melapor pada komandan, lalu melanjutkan latihan yang lain," ucap Vasil sambil melempar bola salju kepada Gilbert.
"Hahaha, sampai jumpa Vasil," ucap Gilbert sambil dia pergi meninggalkan Vasil.
Vasil pun pergi ke Barak komandan untuk melaporkan hukuman yang sudah dia laksanakan. "Permisi komandan, boleh saya masuk?" Tanya vasil sambil hormat.
"Masuklah," jawab komandan dengan tenang sambil menulis sesuatu.
"Lapor komandan! Saya sudah melaksanakan hukuman dari komandan." Vasil melapor kepada komandan.
"Baik, jangan kau ulangi kesalahan mu lagi vasil," jawab komandan dengan tenang sambil membaca sebuah kertas.
"Baik pak! kalau begitu, saya izin pamit." Vasil memberi hormat dan berjalan keluar barak.
"Tunggu Vasil, ada yang ingin aku bicarakan." Tiba tiba komandan berteriak saat Vasil akan meninggalkan barak.
"Baik komandan. Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya vasil sambil tersenyum.
"Kau selalu saja mengeluh ingin pergi ke garis depan, lalu aku baru saja mendapatkan sebuah misi rahasia untuk memata-matai ke daerah utara kekaisaran. Apa kau tertarik untuk melakukan misi itu?" Tanya komandan dengan raut muka yang serius.
"Sepertinya menarik, bolehkah saya menanyakan apa saja yang harus saya lakukan selain memata-matai?" Tanya vasil sambil sedikit tersenyum.
"Hohh, sepertinya kau tahu aku tidak akan memberikan misi yang sederhana," jawab komandan sambil tersenyum.
"Hehe itu Karna komandan yang gila perang," bisik vasil.
"Apa kau bilang?! Hah yasudah, akan ku jelaskan, mungkin ini akan memakan sedikit waktu. Duduklah," tegas komandan sambil melepas kacamata nya.
"Baik komandan," jawab Vasil lalu dia duduk di kursi.
30 menit kemudian...
"Baik komandan! Saya mengerti. Saya akan menerima misi tersebut," tegas Vasil sambil hormat kepada komandan.
"Bagus, lalu pergilah selesaikan latihan mu!" Perintah komandan kepada Vasil.
"Baik, saya permisi komandan." Vasil berlari kecil Dan keluar Dari Barak.
"Semoga kau bisa menjalankan misinya dengan selamat, Vasil," ucap komandan dengan pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Monstra Charmant
RomansaSeorang prajurit muda Dari Republik sköll yang bermimpi menjadi seorang ksatria, namun dia terlahir di republik yang menghianati Dunia. Suatu hari, dia mendapatkan misi untuk memata matai kekaisaran. Namun dia sadar bahwa ini bukan sekedar misi mem...
