Akademi kerajaan Aeris, sebuah bangunan megah yang menampung banyak siswa berbakat dari seluruh kerajaan bahkan dunia. Tidak peduli kau dari keluarga bangsawan atau rakyat biasa, pasti akan menerima pelajaran yang setara. Mau itu bakat pedang, sihir, bisnis, semuanya memiliki kelasnya masing-masing. Namun, manusia tetaplah manusia, antara merendahkan atau direndahkan adalah hal biasa.
Di lorong sekolah itu, dengan perasaan bingung dan emosi yang bercampur aduk, aku berjalan tanpa memperhatikan apapun.
"Oh ya ampun, bukankah ini tuan muda dari keluarga Duke Albert, Allen Albert? Ups, maaf saya lupa kalau anda sudah diusir dan nama anda dicoret dari keluarga Duke" Terdengar hinaan wanita yang membuatku hentikan langkah dan melihat kedepan.
"Hihihi"
"Hahaha"
Bukan hanya gadis itu saja yang tertawa, bahkan semua orang yang ada dilorong pun ikut cekikikan.
Ada tiga orang siswi yang berdiri dua meter didepanku. Gadis yang berdiri dikanan yang baru saja bicara adalah Alice Einzbern, putri dari keluarga Viscount Einzbern. Sedangkan gadis yang dikiri bernama Dahlia Vederan dari keluarga Count Vederan. Lalu...
Lilia Norman. Seorang putri tunggal dari Keluarga Marquiss yang menjaga perbatasan di wilayah selatan. Dan dia adalah mantan tunanganku.
"......"
Tidak bicara dan tidak tertawa, terpampang jelas dari wajahnya terlihat kekecewaan yang besar. Aku mungkin hanya akan mengabaikannya tapi, tiba-tiba saja hati ini merasa sakit.
'Sebenarnya, bukan aku yang sakit tapi pemilik tubuh ini yang secara alami merespon suatu emosi'
Benar, Allen Albert sebenarnya sudah meninggal sebulan lalu, tepatnya saat melakukan ujian praktek bertarung di hutan moster. Entah kenapa, segerombolan moster ganas tiba-tiba muncul di pinggir hutan dan menyerang para peserta ujian sehingga mengakibatkan banyak korban luka bahkan sampai ada yang tewas.
Untuk Allen sendiri, dia seharusnya mati setelah di hantam keras oleh Troll, namun jiwaku merasuk kedalam tubuhnya secara kebetulan.
Dan namaku Rio Sagara. Seorang pria pecandu game yang mati karena sambaran petir saat bermain. Namun sialnya, dari banyaknya tubuh, aku malah merasuk pada tubuh ini. Dari memori otaknya, aku mengetahui beberapa hal.
Sekarang namaku adalah Allen Albert, putra pertama dari Duke Albert sang singa dari utara. Keluarga Duke sendiri, tiap generasinya selalu melahirkan keturunan berbakat dalam berpedang. Dan untuk melihat berbakatnya seorang Albert, yaitu dengan berhasilnya melatih tehnik turun temurun yang disebut Aura pedang.
Untuk Allen Albert, meski dari keluarga bergengsi sekaligus putra pertama, dia dikucilkan karena tidak memiliki bakat tersebut, singkatnya dia adalah aib keluarga. Berbeda dengan dirinya, adiknya Samuel Albert bahkan bisa menciptakan Aura pedangnya saat berusia enam tahun.
Agar terhindar dari reputasi buruk, Duke Albert menunangkan Allen dengan Lilia dari keluarga Marquiss. Karna memang dia tahu bahwa keduanya sudah saling kenal sejak kecil dan akrab. Awalnya Lilia senang dengan keputusan dua keluarga itu tapi...
Sejak aku dituduh sebagai pembawa bencana dihutan moster, dia mulai berubah dan berinisiatif membatalkan pertunangannya denganku. Dan hari itu pula, aku dicoret dari keluarga Duke Albert, bahkan sekarang aku dikeluarkan dari akademi kerajaan.
Jika dipikir ulang, rasanya ini seolah sudah direncanakan sejak awal. Karena mau sekeras apapun aku menggali ingatan Allen, tidak ada satupun ingatan yang membuat Allen membawa bubuk penarik moster. Sudah pasti, bahwa aku dijebak. Namun karena para petinggi akademi dan bangsawan bersikukuh dengan tuduhan itu, orang yang menjebaku jika bukan keluarga Duke sendiri, berarti orang yang lebih tinggi dari Duke.
YOU ARE READING
Pelintas
FantasySedang asik bermain game di dalam kamarnya, sambaran petir yang menembus jendela, membuat Rio Sagara harus kehilangan nyawanya. Alih-alih ke akhirat, Rio mendapati dirinya merasuk kedalam tubuh Allen putra seorang Duke. Pembatalan pertunangan? Fitna...
