1

19 1 0
                                        

suasana yang sangat amat ramai, malam yang dipenuhi oleh sekumpulan remaja remaja yang sibuk membebaskan diri

tak beda dengan remaja bernama jeana, akrab di panggil jeje.

wanita yang bisa dibilang 'cukup' berisik dan bisa sangat berisik jika berkumpul dengan teman temannya

"HAHAHAHAHAHA ITU MAH ELU DOANG BEG-"

tawa jeana terhenti ketika merasakan rangkulan di bahu nya, dengan cepat ia menepis rangkulan dari wanita(?) yang sedikit tampan dan asing itu

"-apaan dah? caper? butek lo anjir" ucap jeana ketus dan menatap sinis ke arah wanita yang lebih tinggi darinya

"mulut lo berisik, this place isn't yours" ucap wanita tadi, tak lupa juga jarinya mencolek dagu jeana bermaksud membuatnya malu

"oh iya?" ucap jeana lalu merangkul leher wanta tadi sembari menatap matanya

"and this place isn't yours too, gue berhak berisik bahkan manggil dukun kesini itu hak gue"

"interesting" ucap wanita tadi hampir terdengar seperti bisikan

"hah?" jeana menatap penasaran wanita tersebut

wanita itu kini mendekatkan wajahnya ke telinga jeana,

"see u, pretty"

setelah membisikkan kalimat yang sedikit ambigu tersebut, ia menjauh kembali ke meja tempat ia bersama sekumpulannya semula

jeana yg mendengar kalimat tersebut menggedikkan bahunya geli

"najis" ucapnya ketus

"dan lo diem aja" ucap pia, salah satu teman jeje dan menatap jeana aneh

"berisik lo"

tongkrongan tadi kembali ke suasana awal, jeana yang tetap berisik sampai ia tak sadar

sepasang mata yang terus menatapnya dari kejauhan dengan senyum yang sangat sulit di artikan

.
.
.
.

"byeeee, lo yakin ini sendirian? gamau gue tungguin dulu?"

"udah gausah, rumah lo jauh bgt juga, gue aman ntar"

jam menunjukkan pukul 3 dini hari, dan masing masing pulang ke rumahnya

tersisa jeana dan izha , karin dan pia sudah terlebih dahulu pulang, strict parents.

dan izha pun kini harus pulang, menyisakan jeana sendirian di angkringan tadi

disaat jeana yang sedang frustasi karena driver terus terusan mengcancel nya, sebuah motor berhenti tepat di sampingnya

"sendirian aja?"

suara wanita itu lagi, dan jeana yang masih frustasi karena driver nya pun ikut tidak bisa mengontrol emosinya

"AH! lo mau apasih??? gue udah diem napa lo yg berisik???" tanya jeana meninggikan suaranya

"ngegas mulu, ayo naik rumah lo dimana? gue keyra" wanita yang mengaku sebagai keyra tadi menyodorkan tangannya bermaksud untuk berkenalan

alih alih menyambut tangan keyra, jeana malah menatapnya sinis

"dendam lo ama gue? mau ngejual gue lo?" tanya jeana dengan nada ketusnya

keyra yang mendengar perkataan wanita di depannya terkekeh kecil, lucu pikirnya

"gue jual juga gaada yang mau ama lo" jawab keyra dan memberikan helm nya pada jeana

"rumah lo arah kemana? gaada driver jam segini, udah pada trauma"

dengan tatapan yang masih curiga, jeana tetap menerima helm pemberian keyra

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 05, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

red string Where stories live. Discover now