Prolog

38 1 1
                                        

Plak

Suara tamparan menggema di dalam mansion, seorang pemuda menolehkan kepalanya akibat tamparan dari seorang wanita didepannya.

Pemuda itu menolehkan kepalanya menatap wanita didepannya dengan tatapan yang mengisyaratkan sedih, kecewa, dan kesal semua rasanya bercampur.

Namun tak berselang lama karena pada akhirnya pemuda itu menunduk dengan satu yang disampingnya yang mengepal.

"DASAR ANAK PEMBAWA SIAL! GARA GARA KAMU, ABANG KAMU MASUK KERUMAH SAKIT!." Wanita itu berteriak sambil menunjuk wajah pemuda ah atau anaknya, mungkin?

"BARA APA KAMU TAU
BAGAIMANA KEADAAN ABANG KAMU HAH?!." Ya, pemuda yang tengah diteriaki bahkan ditampar oleh sang ibu adalah bara alias
Aldebara Wiston.

"KAMU TAU ABANGMU TERLUKA CUKUP PARAH, APA KAMU TIDAK MERASA BERSALAH?!." Teriak wanita itu penuh emosi.

Bara tidak menyahut dia hanya diam sambil menunduk memegangi pipinya yang ditampar oleh sang ibu.

Dadanya sesak dan matanya memanas, rasanya dia ingin sekali menangis karena menerima tamparan dari wanita yang melahirkannya tapi entah kenapa ia tidak bisa mengeluarkan air matanya setetes pun.

Wanita yang menjabat sebagai ibunya itu bernama Lilyana Smith Wiston seorang wanita yang sudah cukup berumur namun wajahnya masih sangat cantik.

Wajah Lily berwarna merah padam dirinya kepalang emosi mengetahui putra keduanya kecelakaan apalagi sang putra saat itu satu mobil dengan  anak pembawa sial (Bara).

"Sudahlah Lily tenangkan dirimu, lebih baik kita kunjungi saja Devan."
Seorang pria dibelakang wanita itu yang sedari tadi diam kini membuka suara.

"Tapi Joe dia—."

"Sudah lah Lily, apa kau lebih memilih meladeninya daripada menjenguk putra kita yang sakit." Pria itu memotong ucapan Lily.

Lily menutup matanya lalu menghembuskan nafasnya perlahan mencoba meredakan emosinya.

Setelah lebih tenang ia membuka mata lalu menatap bara tajam.

"Jika anak saya sampai kenapa napa karenamu, saya tidak akan membiarkan mu hidup tenang." Ucap Lily lalu berjalan pergi dari sana.

Pria yang tadi meredakan emosi Lily kini menatapnya lalu berjalan mendekatinya.

Pria itu memegang pundaknya lalu membisikkan sesuatu lalu berjalan pergi meninggalkan Bara yang berdiri tegang akibat apa yang dibisikkan oleh Jonathan Wiston atau kita panggil saja joe (entah 'e' nya dari mana).

Joe dan Lily pergi meninggalkan mansion dengan mobil yang melaju kencang menuju rumah sakit tempat sang anak dirawat.

Saat mendengar suara mobil yang
melaju meninggalkan mansion Bara terduduk di lantai matanya semakin memanas dan dadanya semakin sesak.

Bara menunduk sejenak lalu mengangkat kepalanya mencari keberadaan kunci motornya.

Setelah ditemukan Bara mengambil kunci motornya lalu berjalan cepat menuju motornya dan menaiki motornya.

Bara menghidupkan motornya dan saat ia mulai berkendara langit yang sedari tadi terlihat gelap kini menurunkan rintik air hujan.

Bara tidak peduli dengan hujan yang mulai turun karena saat ini perasaannya sedang kacau pikirannya masih mengingat saat Lily (mama) menamparnya, mengatainya dan juga bisikan Joe yang terus berputar dikepalanya.

Bara ingat betul abangnya kecelakaan karena tidak fokus saat mengendarai mobil yang mereka tumpangi karena sedang menelpon seseorang, awalnya bara mengingatkan agar tidak menelpon saat berkendara tapi abangnya itu keras kepala dan pada akhirnya Bara pun pasrah.

Alur? =Slow Up=Stories to obsess over. Discover now