"Phi..! Lihat phi..! Kupu-kupu itu sangat cantik!"
Seorang gadis kecil berambut pendek berusia sekitar 5 tahun, dengan mata berwarna hazel yang indah dan paras blasteran yang begitu kental berlari menghampiri seorang gadis yang beberapa tahun sedikit lebih tua darinya. Gadis yang lebih tua itu duduk bersandar di bawah pohon besar yang rindang sambil memejamkan matanya. Dengkuran halus terdengar dari bibirnya yang sedikit terbuka.
"Phi ?! Apakah kamu tidur ?"
"Tidak nong, aku hanya memejamkan mata. Matahari sore ini sangat silau."
Gadis yang lebih tua itu membuka matanya dan melihat gadis yang lebih muda itu sedang berjongkok di hadapannya sambil melambai-lambaikan tangan kecilnya persis di depan wajahnya.
"Ada apa nong ? Apakah kamu ingin pulang sekarang ?" tanya anak perempuan yang lebih tua itu dengan lembut.
"Aku ingin menunjukkan padamu kupu-kupu yang sangat cantik di sana. Kemarilah, phi!" ajak gadis kecil itu seraya menarik tangan phi-nya untuk bangun.
"Lihatlah! Cantik sekali kan kupu-kupunya ?!" ucap gadis kecil itu dengan senyum ceria yang selalu menghias wajah cantiknya.
"Ya, kupu-kupu itu sangat cantik, seperti dirimu nong. Suatu hari nanti kamu akan tumbuh jauh lebih cantik dari kupu-kupu itu dan terbang bebas melihat dunia ini." ucapnya menatap lembut gadis kecil di hadapannya.
Hidup yang harus dilaluinya terasa begitu keras dan berat. Apapun harus dijalaninya untuk dia dan keluarganya agar tetap bertahan hidup. Seringkali dia merasakan hidupnya begitu menyedihkan, tapi dia tahu dirinya tidak boleh berputus asa dan menyerah.
Sampai di suatu siang, saat dirinya sedang beristirahat sejenak di bawah pohon favoritnya yang berada di sebuah tanah lapang yang sepi, muncul seorang gadis kecil yang menyapanya dengan riang, mengganggu tidur siangnya yang tenang. Anak kecil itu menyebutkan namanya, tapi gadis yang lebih tua itu tidak dapat mendengarnya dengan jelas.
*****
"Krriiinnggg..krriiinnggg.." suara alarm dari ponsel membangunkanku, membuat mataku mau tidak mau terbuka dan melihat jam. Pukul 07.00 pagi, hari masih terlalu pagi tapi aku memiliki beberapa agenda hari ini.
Ku lihat ada notifikasi pesan masuk dari asistenku.
"P'Fa, jangan lupa jam 8 aku akan menjemputmu."
Itu berarti aku memiliki waktu 1 jam untuk bersiap-siap. Tapi aku teringat kembali mimpi itu. Mimpi yang sama yang belakangan ini sudah tidak pernah muncul, kembali membayangi bunga tidurku. Sudah sekitar 1 minggu ini setiap malam aku mendapatkan mimpi yang sama, pertanda apakah ini ?
*****
"Char, bagaimana ?!
Apakah kamu sudah memperimbangkan untuk bekerja di perusahaan ayah ?"
Diskusi yang sama antara ayah dan anak yang terjadi setiap pagi di meja makan masih terus berlanjut, sementara seorang wanita berusia sekitar 40an akhir yang terlihat masih sangat cantik, hanya duduk diam mendengarkan perdebatan antara keduanya.
"Ayah, sudah ku bilang berkali-kali, aku ingin mandiri itu alasannya kenapa aku ingin bekerja di luar negeri. Sejak sekolah aku sudah terbiasa mandiri di luar negeri, jadi kurasa tidak akan ada masalah, Yah." sahutku tidak ingin kalah dari ayahku.
"Tapi mencari pekerjaan di luar negeri tidaklah mudah, nak." ayahnya mencoba memperingati putri yang selalu dimanjanya itu.
"Aku tahu, Yah. Tapi setidaknya setiap orang harus mencoba dan berjuang dengan cita-citanya." gadis muda itu masih teguh dengan pendiriannya.
"Hmm..ayah akan mempertimbangkannya. Tapi ayah memiliki syarat untukmu. Bekerjalah sebagai karyawan magang di kantor selama 3 bulan. Jika dalam kurun waktu itu kamu bisa ikut terlibat dalam 1 proyek besar dan berhasil, maka ayah akan mengabulkan keinginanmu. Bagaimana penawaran ayah ? Tidak usah terburu-buru menjawabnya. Kamu bisa menjawabnya besok."
"Baiklah ayah, aku akan mempertimbangkannya dulu."
Ayah yang selalu mempersulitku dan meminta dukungan dari ibuku, kali ini aku berjanji akan menunjukkan yang terbaik. Tunggu saja, Yah. Aku tidak akan kalah.
*****
*Note : spill dikit untuk next Title
Release date : coming soon
YOU ARE READING
When The Sky is Blue
Romance"Jika kita jauh dan kau merindukanku, lihatlah ke langit di atas sana, jika langit itu berwarna biru berarti aku merindukanmu juga."
