Part 1

41 9 0
                                        

Matahari Baru saja tengelam Di ufuk barat,meninggalkan langit dengan semburat jingga yang mulai memudar ke dalam kelam. Di dalam istana megah kerajaan valtheria, suasana terasa berat. Cahaya lilin yang menerangi aula besar bergetar pelan, seolah Merasa an ketegangan yang memenuhi ruangan.

Di singgasananya,raja aldric duduk dengan ekspresi tegas, matanya yang tajam menatap sosok yang berlutut Di hadapannya, putrinya sendiri, y/n, Seorang assassin yang Telah mengukir namanya dalam sejarah kerajaan sebagai pemburu penyihir hitam terhebat. Pedang kesayangannya berada Di genggamannya, jubah tempura hitamnya sedikit terkoyak akibat pertempuran sebelumnya. Darah kering Masih terlihat Di lengannya, namun tatapan matanya tetap teguh Dan tak tergoyahkan.

"ayah memanggil ku" suara y/n terdengar, rendah namun penuh ketegasan.

Raja aldric menarik napas dalam sebelum akhirnya berbicara, "putriku, kau Telah melaksanakan tugasmu dengan baik. Para penyihir hitam kini mulai bersembunyi, ketakutan atas keberadaanmu. Namun, ayahanda risau.. Mereka belum sepenuhnya musnah."

Y/n mengangkat wajah, matanya sedikit menyipit. "jika mereka belum musnah maka biarkan aku menghabisi mereka. Aku tidak akan me biarkan sihir hitam merusak valtheria."

Sang raja menggeleng pelan."ayah tahu keberanianmu, y/n. Tapi musuh yang kau hadapi kali ini berbeda. Malagar, pemimpin mereka, Telah mengumpulkan kekuatannya yang jauh lebih besar dari yang kita duga.kau hampir kehilangan nyawamu di pertempuran terakhir. Ayah tidak mau membiarkanmu bertarung dalam keadaan seperti ini"

Y/n mengepalkan tangannya, menahan perasaan tidak Terima. "aku sudah sembuh. Luka Luka ku tidak sebanding dengan kehancuran yang mereka bawa. Jika aku tidak turn tangan sekarang, kerajaan ini akan jatuh"

Sebelum raja aldric sempat me jawan, suara langkah kaki tergesa terdengar dari balik lantai istana, Seorang wanita dengan gaun panjang berwarna biru langit muncul, Ratu elona, eomma y/n. Wajahnya memancarkan kecemasan yang jelas terlihat.

"aldric kita tidak punya waktu lagi!" serunya. "prajurit penjaga Di perbatasan Baru saja mengirim khabar. Malagar Dan pasukannya Telah bergerak, mereka akan tiba Di gerbang utama sebelum fajar!"

Ruangan itu seketika menjadi sunyi. Y/n memejamkan matanya seat, mencoba menahan amarah yang berkecamuk dalam dirinya." ini semakin jelas"katanya lirih. "aku harus bertarung. Aku tidak akan me biarkan mereka menyentuh tanah valtheria"

Namun sang raja berdiri, suara ya terdengar lebih tegas dari sebelumnya. "tidak! Kau tidak akan melawan mereka!"

Y/n terkejut. "ayah!"

"dengarkan ayah baik baik" raja aldric menatapnya tajam. "ayah tidak menyuruhmu bertarung kau terluka parah y/n ayah tau itu Dan Luka kau belum sembuh! Ayah mau kau pergi dari sini"

Jantung y/n seakan berhenti berdetak sejenak. "apa maksudmu ayah?"

Ratu elona melangkah maju, menggenggam tangan putrinya dengan erat. Matanya berkaca kaca. "kami Telah memutuskan, y/n kau harus pergi ke dunia manusia.. Eommani mau kau ke sana dan menyembuhkan dirimu Baru kembali ke sini"

Y/n menepis tangan eommanya, kepala menggeleng tidak percaya. "tidak! Itu tidak mungkin! Aku tidak akan meninggalkan valtheria dalam keadaan seperti ini!"

"ini bukan pilihan y/n" suara raja aldric menggema Di seluruh ruangan. "Malagar mengincarmu. Jika kau tetap Di sini,kami yang akan kehilanganmu y/n, kau mau membohongi ayah yang kau sudah sembuh! Ayah tidak mempercayaikan itu.kau harus pergi sebelum fajar"

Y/n Merasa seakan dunia Di sekelilingnya runtuh. Ia Telah bersumpah melindungi valtheria dengan seluruh kekuatannya, namun kini ia justru diperintahkan untuk melarikan diri.

the two worldStories to obsess over. Discover now