Prolog

3.7K 145 2
                                        

Pagi seperti biasa di sebuah lapangan sekolah yang terik aku bersama geng solid ini, lagi di strap karna ulah kami terlambat. Emang ga ada kapoknya buat masalah hari-hari, soal prinsip kami nikmati masa-masa sekolah sebelum berakhir. Selagi mendengar guru kesiswaan menceramahi kami, tak sengaja aku melihat salah satu perempuan di antara beberapa temannya lagi berjalan santai dan tampak tertawa akan sebuah pembicaraan. Dia selalu menjadi pemandangan yang akan selalu aku syukuri dari sejak SMP sampai dengan SMA ini. Aku sengaja masuk ke sini karna dia juga bersekolah di sini. Orang yang aku maksud sahabat baikku, dia Love yang akan selalu menjadi prioritas di antara kepentingan aku lainnya. Tanpa aku sadari sejak tadi aku hanya dapat tersenyum bodoh melihat dia berjalan sampai dia berbelok ke arah kantin dan tidak dapat aku lihat lagi.

"Sesuka itu lo sama Love?" tanya namtan memecah lamunan Milk.

"Ga, gua cuman suka aja liat dia bahagia kali. Lo terlalu baper aja sama situasi gua dan dia" jawab Milk sembari tersenyum hambar.

"Lo kalau suka bilang kali, ntar keduluan orang. Dia banyak yang suka, lo takut kenapa emang?" penasaran Namtan.

"Lo takut karna lo juga perempuan? Atau jangan lo takut karna merusak status persahabatan kalian? Miris bener lu Milk" sambung Ciize.

"Bukan, gua cuman-" jawab Milk sambil nunduk.

"Heh kalian dengar bapak ga si? Asik ngobrol aja. Udah sana lari keliling 5 kali tanpa jeda awas ga sampai 5 kali bapak kali 2 jadi 10" potong guru kesiswaan.

"Yaela pak jangan di kali 2 juga, ya ni lari pak asal ga lari dari kenyataan aja hahaha" jawab Milk yang langsung lari sama teman-temannya.

Milk jadi terimakasih banyak sama guru itu karna dia nyelamatin Milk dari bahasan love. Karna jujur Milk emang takut nanti Love marah atau bahkan ga mau lagi temanan sama dia, mending dia pendam walau udah terhitung masuk tahun ke 4 Milk memendam rasa ke Love.

Milk selalu ada buat Love, mau Love lagi bm apa di turutin, Love gabut di temanin, Love ngelarang apa di turutin, Love ngambek di bujukin, pokonya apapun tentang Love, Milk ga pernah bilang ga apalagi protes untuk apapun itu. Entah Love peka sama perasaannya yang penting selagi Love masih terlihat tidak risih Milk tetap lanjut dengan sikapnya itu. Basicnya Milk adalah orang yang pendiam dan cuman merhatiin Love dari jauh tanpa ada interaksi yang terlalu berlebihan, jadi harusnya Love ga risih bukan.



TBC.

Mau Sampai Kapan, Tetap KamuStories to obsess over. Discover now